Selain bahan makanan berkualitas, katering sehatnya ini pun tak sembarangan menggunakan peralatan masak, hal ini menurutnya juga sangat berpengaruh bagi penderita autoimun.
Misalnya, dengan tidak memilih material panci hingga penggorengan untuk memasak. Pasalnya, kata dia, ini bisa menimbulkan masalah baru bagi orang-orang sepertinya yang memiliki autoimun.
"Makanya, saya memilih peralatan masak yang terbuat dari stainless steel titanium. Peralatan masak ini cukup mahal, saya harus membelinya dengan harga Rp 45 juta," ujar dia.
Menurutnya, peralatan masak ini bisa digunakan tanpa minyak goreng dan air untuk memasak bahan makanan seperti ayam, sayuran, maupun tempe dan tahu. Sehingga tentu saja hasil masakannya lebih aman bagi mereka yang pantang dengan makan makanan berminyak.
Bagi Rena, katering sehat tak hanya ladang bisnis untuk sekedar mencari uang. Namun juga komitmennya pada diri sendiri, untuk bisa lebih bermanfaat bagi banyak orang dan mengubah hidup orang-orang disekelilingnya.
"Di luar sana begitu banyak teman-teman berkebutuhan khusus dan merasa kesulitan mendapatkan katering makanan sehat yang sesuai dengan kesehatan mereka," ujarnya
. Melalui Dapoer2Mbakyu, Rena berharap bisa menyebarkan kebaikan untuk mengajak masyarakat mulai mengonsumsi makanan sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana