Suara.com - Faktanya, perempuan, menurut sebuah studi terbaru, masih melakukan sebagian besar pekerjaan rumah tangga, ketika mereka tinggal dengan pasangan lelaki mereka.
Menurut analisis yang dilakukan oleh University College London (UCL) dan diterbitkan dalam jurnal Work, Employment, and Society, norma gender tetap kuat dalam hal pekerjaan rumah tangga (domestik).
Para peneliti menilai data dari lebih dari 8.500 pasangan heteroseksual yang diwawancarai untuk UK Household Longitudinal Study antara tahun 2010 dan 2011.
Mereka menemukan bahwa perempuan melakukan kira-kira 16 jam pekerjaan rumah tangga setiap minggu, sementara lelaki hanya melakukan pekerjaan rumah tangga selama enam jam seminggu.
Lebih lanjut, perempuan melakukan sebagian besar tugas rumah tangga pada 93 persen pasangan yang dianalisis untuk penelitian ini.
Ketika kedua individu memiliki pekerjaan penuh waktu, perempuan ditemukan lima kali lebih mungkin daripada lelaki untuk menghabiskan setidaknya 20 jam seminggu untuk melakukan pekerjaan rumah tangga.
Pasangan yang dinilai untuk penelitian ini dibagi menjadi delapan kelompok yang terpisah tergantung pada profesi mereka.
Kelompok-kelompok ini termasuk pasangan yang sama-sama berpenghasilan, pasangan di mana lelaki adalah pencari nafkah utama dan perempuan melakukan sebagian besar pekerjaan rumah, dan banyak lagi.
Para penulis penelitian menyatakan bahwa ada dua kelompok yang dapat dianggap paling egaliter, yakni dalam kelompok perempuan pencari nafkah dan kelompok lelaki dengan pekerjaan domestik berjam-jam.
Baca Juga: ART Mudik, Ini Pekerjaan Rumah Tangga yang Bisa Dibantu oleh Anak
"Kelompok perempuan pencari nafkah adalah satu-satunya kelompok di mana pasangan lelaki mereka ikut berkontribusi untuk pekerjaan rumah dengan jumlah yang hampir sama dengan pasangan mereka, dan kelompok ini memiliki proporsi tertinggi di mana para perempuan memiliki pendidikan lebih tinggi daripada pasangan mereka," tulis para peneliti.
Sementara lelaki dalam kelompok dengan pekerjaan domestik berjam-jam menghabiskan rata-rata 20 jam seminggu untuk melakukan pekerjaan rumah, ini hanya dua pertiga di bawah perempuan yang menjadi pasangan mereka yang juga masih melakukan pekerjaan domestik.
Dilansir dari laman The Independent, para peneliti menyimpulkan, penelitian mereka menunjukkan bahwa kesetaraan gender dalam pembagian kerja domestik di antara pasangan modern di Inggris adalah langka. Mereka juga menambahkan bahwa norma gender masih tetap kuat dalam hal ini.
"Mengubah sikap tentang norma gender adalah salah satu cara untuk mendorong perubahan di bidang ini," kata Profesor Anne McMumm, peneliti utama dalam penelitian ini. Bagaimana menurutmu?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
Terkini
-
6 Hotel Seru untuk Staycation Saat Liburan Sekolah, Ada Petualangan Anak hingga Tepi Pantai
-
Importa Raih Rekor MURI, Penjualan Lemari Pakaian Besi Tembus 1 Juta dalam 5 Tahun
-
6 Sepeda Gravel Termurah yang Nyaman di Aspal dan Jalan Terjal, Mulai Rp2 Jutaan
-
Feng Shui Rumah Menghadap Barat, Begini Cara Menatanya Biar Hoki
-
10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
-
Tips Belanja Perlengkapan Sekolah agar Lebih Hemat, Orang Tua Bisa Prioritaskan 5 Kebutuhan Ini
-
4 Sepatu Sekolah Hitam yang Awet Dipakai Setahun Penuh, Murah Anti Jebol!
-
Lee Jun ho Dukung Kampanye Chosen, Program yang Biarkan Anak Memilih Sponsornya Sendiri
-
Label Ramah Lingkungan Bisa Picu Konsumsi Berlebih, Bagaimana Bisa?
-
5 Ide Seru Isi Liburan Sekolah Anak di Jakarta, Ada Wahana Bermain hingga Kelas Kreatif