Suara.com - Berolahraga secara rutin tentu membawa dampak kesehatan bagi tubuh. Tapi di sisi lain, tidak membiarkan tubuh beristirahat juga justru menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.
Berolahraga berlebihan bisa sangat berbahaya bukanlah mitos. Pergi ke gym setiap hari dapat menyebabkan kelelahan, letih, dehidrasi bahkan otot-otot yang rusak.
Untuk mengantisipasinya, berikut ada 5 tanda yang menunjukkan kamu terlalu berlebihan berolahraga seperti dilansir dari Metro, yuk simak!
1) "Saya perlu mengambil air ... lagi"
Berolahraga membuat badan tegang, artinya Anda bisa mengubahnya menjadi katabolik. Jika kamu berlatih setiap hari maka tubuh akan terus-menerus memecah jaringan otot untuk melepaskan energi.
Proses ini secara alami menyebabkan dehidrasi. Jika sudah berolahraga setiap hari dan selalu haus, kamu perlu mengurangi rutinitas olahraga.
2) "Saya mengalami perubahan suasana hati"
Bukan rahasia lagi bahwa olahraga melepaskan endorfin yang meningkatkan suasana hati seseorang dan menyebabkan rasa euforia. Namun, berolahraga berlebihan dapat memiliki efek sebaliknya.
Olahraga yang terus menerus dapat memengaruhi hormon stres, kortisol, dan epinefrin. Ini menghasilkan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan perubahan suasana hati dan lekas marah. '
3) "Saya tidak bisa tidur"
Kesulitan tidur dapat menjadi efek dari terlalu banyak berolahraga. Sebab sistem saraf simpatik menjadi overdrive dan mengasumsikan untuk terus-menerus menyediakan energi bagi tubuh. Ini dapat menyebabkan kegelisahan dan ketidakmampuan untuk fokus pada apa pun dalam jangka waktu lama.
4) "Saya tidak merasa lapar"
Kurang nafsu makan bisa berdampak buruk pada tubuh jika terus berolahraga. Tubuh kita membutuhkan bahan bakar untuk memperbaiki otot setelah berolahraga. Jika tidak makan cukup maka tubuh tidak memiliki nutrisi ntuk memperbaiki dirinya sendiri.
Baca Juga: Ben Joshua Kenalkan Anak Sedari Dini Berolahraga, Ini Tips dari Ahli
5) "Saya selalu pilek"
Terlalu banyak olahraga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sebab, tubuh terus-menerus mengalami kelelahan dengan waktu yang tidak cukup untuk pulih dari latihan yang intens. Akibatnya, energi yang disimpan untuk memastikan sistem kekebalan pada fungsi tertingginya malah digunakan untuk memperbaiki otot yang telah bekerja terlalu keras.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
3 Zodiak Paling Beruntung Minggu Depan, Cek Peluang Emas bagi Libra dan Pisces
-
6 Shio Paling Hoki 25 April 2026: Karier, Uang, dan Asmara Bersinar
-
5 Parfum Aroma Powdery di Indomaret, Solusi Wangi Segar di Cuaca Panas
-
Dari Dapur Tradisi ke Tren Wellness, Jamu Kembali Naik Kelas di Era Kartini Kini
-
Upgrade Rumah Tanpa Renovasi Besar? Ini Cara Simpel yang Mulai Dilirik Banyak Pemilik Hunian
-
Kopitiam Lagi Naik Daun: Bukan Sekadar Ngopi, Ini Alasan Konsepnya Diserbu Anak Muda
-
Tak Hanya Baik Untuk Kesehatan, Gaya Hidup Vegetarian Juga Baik Untuk Bumi
-
5 Rekomendasi Lip Tint dan Blush On 2in1 untuk Hasil Makeup Flawless Alami dan Minimalis
-
Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
-
Hore! Sekarang Sudah Boleh Bawa Tumbler ke Bioskop Cinema XXI, Syaratnya Isinya Harus Ini