Suara.com - Ada berbagai macam cara untuk menyajikan es krim, baik dengan menggunakan cone, cup, ataupun dalam gelas. Selain itu, es krim juga bisa disajikan dengan menggunakan biskuit dan kerap disebut es krim sandwich.
Es krim sandwich sendiri makin menjadi tren dan banyak ditemukan belakangan ini. Selain karena tidak mudah meleleh, es krim sandwich juga bisa dimakan dengan mudah dan praktis.
Dilansir dari laman Mental Floss, es krim sandwich sendiri bisa dibuat dari berbagai macam bahan. Selain biskuit, wafer dan roti pun dapat menjadi alternatif.
Sementara, rasa es krim dalam es krim sandwich awalnya adalah vanilla. Namun, seiring berjalannya waktu, es krim rasa Neapolitan (cokelat, vanilla, dan stroberi) dan rasa lainnya mulai digunakan.
Nah, selain fakta di atas, masih ada 5 fakta lain seputar es krim sandwich. Apa saja?
1. Es krim sandwich pertama muncul tahun 1800-an.
Walau baru sekarang digemari, es krim sandwich rupanya sudah ada sejak tahun 1800-an di New York.
Tanggal pasti ditemukannya es krim sandwich memang tidak diketahui. Namun, versi pertama es krim sandwich dulu dinama hokey pokey dan dijual di jalanan New York serta hanya dibungkus kertas.
2. Resep pertama es krim sandwich dibuat menggunakan sponge cake.
Baca Juga: Nyentrik Banget, Perusahaan Ini Ciptakan Es Krim Rasa Hot Dog
Saat pertama muncul dulu, es krim sandwich tidak dibuat menggunakan biskuit namun dengan dua potong sponge cake.
Sekarang, es krim sandwich sendiri paling sering disajikan dengan roti tawar atau biskuit.
3. Awalnya, es krim sandwich dibuat untuk kalangan menengah ke bawah.
Karena pertama dijual di jalanan, es krim sandwich awalnya ditujukan pada kaum pekerja New York.
Namun, karena rasanya yang lezat, es krim sandwich mulai disukai oleh para pekerja di Wall Street dan akhirnya dijual di restoran mahal.
Selain itu, es krim sandwich juga mulai dimakan dengan menggunakan piring dan garpu.
Berita Terkait
-
New York Groceries, Koperasi Desa Ala Amerika Punya Tujuan Jelas, Harga Hemat dan Bermanfaat
-
Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu
-
Gak Ada Takut-takutnya, Benjamin Netanyahu ke Sidang Umum PBB Meski Terancam Ditangkap
-
Dugaan Menteri PU Ajak Keluarga ke New York, KPK Soroti Potensi Penyimpangan
-
Walikota Zohran Mamdani Mau Tangkap dan Penjarakan Benjamin Netanyahu saat Injak Kaki di New York
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana