Suara.com - 5 Tanda Pekerjaan Menggrogoti Anda, Kesehatan Fisik dan Mental Taruhannya.
Sebutan workholic disematkan pada mereka yang gila kerja. Namun benarkah workholic tidak memiliki keseimbangan dalam hidup?
Tidak semua orang sadar bahwa mereka cenderung lebih mementingkan pekerjaan daripada kehidupan pribadinya. Padahal kesehatan fisik dan mental taruhannya.
Maka dari itu, kenali tanda-tandanya dan segera buat perubahan dalam hidup Anda jika kehidupan kerja Anda mengganggu kehidupan pribadi hingga kesehatan mental dan fisik Anda dilansir dari Hello Sehat.
1. Tidak jaga kesehatan
Orang yang lebih mementingkan pekerjaan biasanya cenderung cuek atau masa bodoh dengan kondisi tubuhnya sendiri. Bahkan data menunjukkan lebih dari 40 persen pegawai mengabaikan aspek lain di hidupnya hanya karena pekerjaan. Bagaimana mau tetap sehat dan bugar jika hampir seluruh waktu Anda dihabiskan hanya untuk bekerja?
Coba ingat-ingat, kapan terakhir kali Anda tidur cukup atau berolahraga? Kapan pula terakhir kali Anda pergi ke bioskop atau salon untuk sekadar melepas penat? Atau mungkin selama ini Anda tak pernah lagi makan makanan rumahan dan hanya membeli junk food karena kepraktisannya?
Jika berbagai hal ini sudah mulai dialami, tandanya ada yang tidak beres dengan kehidupan Anda. Kesibukan pekerjaan membuat Anda hanya memikirkan deadline dan target tanpa ingat bahwa diri Anda juga perlu diperhatikan.
2. Cepat stres, mudah marah dan gelisah
Baca Juga: Tertawa Lepas saat Prabowo Pegang Perut, Megawati: Saya Senang
Ketika hidup dan kerja sudah tidak lagi seimbang, bukan hanya kesehatan fisik yang tergerogoti tapi juga kesehatan mental Anda.
Mengurus pekerjaan tanpa kenal waktu istirahat membuat Anda rentan mengalami stres berkepanjangan. Akibatnya, Anda akan lebih mudah marah, gelisah, panik, bahkan hingga mengalami depresi. Lagi-lagi, hal ini muncul ketika otak Anda hanya memikirkan soal pekerjaan.
Dilansir dari laman Mental Health Foundation, 27% karyawan yang bekerja berlebihan merasa amat stres, 34 persennya merasa cemas, dan lebih dari setengahnya mudah marah.
3. Merasa tidak kompeten
Faktanya semakin lama bekerja, semakin besar pula kekhawatiran seseorang akan pekerjaannya. Akibatnya, Anda merasa bahwa apa yang sudah dilakukan tidak pernah cukup.
Anda selalu merasa kualitas kerja Anda menurun. Padahal nyatanya hal ini mungkin hanya kekhawatiran berlebih yang muncul karena Anda terlalu berlebihan dalam bekerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
Terkini
-
Rekomendasi Rute "War Takjil" Sehari dari Tengah ke Selatan Jogja, Ada 4 Titik yang Bisa Dicoba
-
Hasil Sidang Isbat 2026 Diumumkan Jam Berapa? Ini Jadwal Resmi dari Kemenag
-
Kapan Salat Tarawih 2026? Ini 1 Ramadan Versi Muhammadiyah, NU, Pemerintah
-
Niat Salat Tarawih: Sejarah, Keutamaan, dan Niat dalam Arab serta Latin
-
Tren Fesyen Ramadan 2026: Modest, Fungsional, dan Tetap Stylish dari Harian hingga Lebaran
-
Sirkus Tradisional dalam Wajah Modern: Keajaiban Kooza yang Tak Terlupakan
-
Ramalan 12 Shio di Tahun Kuda Api 2026: Karier, Keuangan, dan Asmara
-
Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah Beserta Bacaan Surat Pendeknya
-
Apa Boleh Puasa Pertama Ikut NU dan Pemerintah, tapi Lebaran Ikut Muhammadiyah?
-
Lipstik Warna Cokelat Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Elegan