Amanda mengatakan bahwa di saat banyak orang fokus dengan sampah plastik, Komunitas Zero Waste Indonesia melihat persoalan sampah lain, yakni sampah industri fesyen yang juga sulit terurai.
Inilah yang menjadi alasan mengapa tercetuslah proyek Tukar Baju, dimana orang yang bosan dan baju yang tidak terpakai bisa ditukarkan kembali dengan baju baru, sehingga tidak menumpuk di lemari lalu jadi sampah.
Tukar Baju dan Program Unik Lain
Proyek Tukar Baju sudah diselenggarakan enam kali di empat kota yakni, Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan Tangerang Selatan.
Untuk berpartisipasi, jelas Amanda, cukup membawa maksimal lima baju bekas dan layak pakai. Nantinya pakaian tersebut akan dikurasi sesuai syarat dan ketentuan. Lalu peserta yang ikut program Tukar Baju akan mendapat token yang efeknya seperti uang dan akhirnya bisa dapat lima baju yang diinginkannya.
"Kita kasih token seperti uang. Jadi langsung ke kasir abis itu dikasih tokennya. Kita dapet baju baru, tapi nggak perlu keluar uang, bener-bener barter, seperti namanya tukar baju. Pas tukar langsung taruh di rak, ada 18 rak kita taruh gantungan. Ini uniknya tukar baju, new collection ada setiap menit, baru dateng langsung pajang, baru langsung pajang," cerita Amanda panjang lebar.
Selain tukar baju, Komunitas Zero Waste Indonesia akan mengajak kolaborasi perusahaan atau restoran untuk menerapkan minimalisasi sampah, seperti meniadakan botol, sedotan dan gelas plastik kemasan, menggantinya dengan air galon besar yang bisa di isi ulang.
Tak hanya itu, lanjut Amanda, nantinya Komunitas Zero Waste Indonesia juga rencananya akan membuat semacam trip penilaian, predikat seberapa zero waste tempat tersebut.
"Jadi kalau tripadvisor tripnya 9 dia ada tuh ditempel dapat ratingnya kita dapat certification. Buat pemilik kafe itu udah banyak yang kayak, udah nggak nyediain air kemasan kecil, tapi kasih dispenser besar, itu zero waste sebenernya. Kita buat arah itu, jadi biar ajak pebisnis lain terinspirasi untuk membuat tipe bisnis kayak gitu," tuturnya.
Baca Juga: Wisata Sejarah, Komunitas di Depok Rayakan HUT RI dengan Napak Tilas
Program lain Komunitas Zero Waste Indonesia, kata Amanda, ada diskusi online, program magang, piknik tanpa sampah hingga menjadi pembicara dan konsultasi brainstorming agar menerapkan pola hidup zero waste di kantornya.
Masyarakat Indonesia Bisa Diajak Peduli Sampah
Selama bergelut di Komunitas Zero Waste Indonesia bersama rekan-rekan seperjuangan, Amanda mengaku tidak setuju jika Indonesia dianggap orang yang bebal dan sulit diajak untuk maju, termasuk soal kepedulian terhadap sampah.
Justru komunitas ini, lanjut dia, menyadari sangat mudah untuk mem-brainstorming pola pikir masyarakat Indonesia yang mudah termakan tren. Kata Amanda, itu yang justru seharusnya dimanfaatkan.
Nah, agar tren peduli terhadap sampah tetap berjalan, Komunitas Zero Waste Indonesia berkolaborasi dengan empat elemen, yaitu masyarakat, media, pemerintah, dan pelaku industri.
"Sekarang kita selalu kolaborasi, asal mulanya ada dimana-mana bisa tukar baju dan alhamdulillah, karena animo masyarakat yang mendukung. Jadi, akhirnya kalau diajak nggak nyampah bisa kok, bisa kalau bareng-bareng," imbuh Amanda menggebu-gebu
Bukti ini sudah terlihat sejak awal saat pendiri Zero Waste Indonesia menerjemahkan dan memberikan informasi seputar zero waste. Hanya bermodalkan media sosisal dan website , responnya sangat luar biasa. Tak main-main, di instagram @zerowaste.id_official saja, Komunitas Zero Waste Indonesia sudah diikuti lebih dari 69 ribu orang. Belum lagi kegiatan diskusi online di Whatsapp yang rutin dilakukan setiap bulannya.
Digawangi Amanda dan Maurilla, Komunitas Zero Waste Indonesia selalu terbuka terhadap siapapun yang mau bergabung atau jika ada acara menjadi volunteer dan bersama-sama membebaskan Indonesia dari sampah.
Bagaimana, Anda tertarik bergabung dengan Komunitas Zero Waste Indonesia untuk mengatasi masalah sampah?
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak Kota Ketakutan Sampah Meluap, Mengapa Kota Tangerang Justru Optimis TPA-nya Aman?
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
- 7 Lem Sepatu Kuat dan Tahan Air di Indomaret Murah, Cocok untuk Semua Jenis Bahan
Pilihan
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
-
4 HP Murah Layar AMOLED RAM 8 GB Terbaik, Visual Mewah Lancar Multitasking
Terkini
-
7 Rekomendasi Film Pemenang Critics Choice Awards 2026 yang Wajib Ditonton
-
7 Parfum Lokal Selevel Parfum Branded, Aroma Mewah Harga Lebih Murah
-
6 Rangkaian Garnier Bright Complete untuk Kulit Kusam Wanita Usia 30-40 Tahun
-
6 Rekomendasi Bedak Tabur Wardah untuk Semua Jenis Kulit, Mulai Rp20 RIbuan
-
Usia 60 Tahun Cocoknya Pakai Bedak Apa? Intip 7 Rekomendasi untuk Tutupi Kerutan
-
16 Januari Libur Apa? Siap-Siap Sambut Long Weekend Pertama di Tahun 2026
-
5 Rekomendasi Bedak Make Over untuk Usia 40-an, Bantu Samarkan Tanda Penuaan
-
5 Rekomendasi Toko Baju Gamis Lebaran di Shopee yang Petite Friendly, Cocok Buat Wanita Pendek
-
Apa Perbedaan Mandi Wajib dan Mandi Junub? Ini Tata Caranya
-
Bukan Kekayaan, Ini 6 Hal yang Membuat Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia