Suara.com - 7 Etika Penting yang Jangan Dilupakan saat Berlibur ke Korea Selatan.
Sama seperti negara-negara Asia lainnya, budaya di Korea Selatan sangat menjunjung tinggi kemurahan hati, rasa hormat, dan terutama, perilaku posan dan santun. Meski tak beda jauh dengan di Indonesia, kamu tetap harus menguasai etika yang dipraktikkan oleh penduduk setempat agar kunjunganmu ke Negeri Gingseng tersebut berjalan nyaman dan lancar.
Ya, tidak terlalu sulit tentang mempelajari etika yang berlaku di Korea Selatan. Sebagian besar hanyalah mempertahankan kesopanan di depan umum, menghargai adat istiadat setempat, dan selalu menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Berikut beberapa diantaranya, yang perlu Anda ketahui, seperti dilansir dari The Travel.
1. Menggosok-gosok hidung
Menurut 90 Day Korean, untuk mempraktikkan etika yang tepat di Korea Selatan, Anda tidak boleh menggosok-gosok hidung di depan umum. Sebaliknya, mengendus dan menghirup tidak terlalu menyinggung. Jika Anda terdesar harus menggosok-gosok hidung karena gatal atau karena Anda sedang flu, hal terbaik yang harus dilakukan adalah pergi ke kamar kecil untuk mengurusnya.
2. Berjabat hanya dengan satu tangan
Bergantung dari mana Anda berasal, mungkin Anda terbiasa hanya berjabat dengan satu tangan ketika Anda menyapa orang. Di Korea Selatan, ini hanya dilakukan oleh para tetua dan mereka yang berpangkat tinggi. Budaya dan tradisi negara didasarkan pada hierarki sosial, yang tercermin dalam kebiasaan seperti ini.
Lebih baik menggunakan dua tangan untuk berjabat karena ini adalah tanda penghormatan. Jika orang lain membungkuk ketika Anda menjabat tangan, yang sopan adalah ikut membungkuk. Saat berinteraksi dengan seseorang yang lebih tua atau berpangkat lebih tinggi, selalu sopan untuk sedikit membungkuk, meskipun mereka tidak.
3. Berpakaian sopan saat Anda mengunjungi kota kecil
Dalam banyak hal, Korea Selatan cenderung lebih konservatif. Jadi jika Anda akan mengunjungi komunitas pedesaan di mana tradisi lebih dihargai, lebih baik berpakaian secara moderat. Perempuan harus berusaha menutupi bahu dan menghindari mengenakan celana pendek.
Baca Juga: Wah Merekahnya 500 Jenis Tanaman Camelia di Taman Bunga Jeju Korsel Ini
Di kota-kota besar, lebih dapat diterima untuk mengenakan apa pun yang Anda suka. Tetapi di tempat-tempat yang biasanya menerima wisatawan lebih sedikit, Anda berisiko ditegur di depan umum jika Anda berpakaian dengan cara yang dianggap tidak pantas.
4. Jaga sopan santun di transportasi umum
Jika mereka melakukan percakapan, mereka menjaga suara mereka. Mereka juga biasanya menunggu sampai perjalanan selesai sebelum mereka melakukan panggilan telepon.
Anda juga harus mengetahui tempat duduk prioritas ketika mengunjungi Korea Selatan. Akan ada kursi di bus yang disediakan untuk orang tua, orang-orang cacat, dan mereka yang hamil, dan apa saja yang tidak boleh dibawa.
5. Melepas alas kaki sebelum masuk ke ruangan
Seperti banyak negara di Asia, secara umum, tidak sopan mengenakan sepatu di dalam rumah seseorang. Bahkan beberapa tempat usaha mengharuskan Anda melepas sepatu sebelum masuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung