Suara.com - Sejak tahun 1954, Kuil Nishi-Arai Daishi di utara Tokyo, Jepang rutin mengadakan ritual Daruma Kuyo.
Saban tahun, ritual yang digelar tepat sehari sebelum datangnya musim semi ini diikuti ratusan orang.
Saat festival ini berlangsung, para peserta akan membakar boneka daruma, sebuah boneka tradisional Jepang yang terkenal dengan warna merahnya nan menyala.
Masyarakat setempat akan membawa boneka daruma milik mereka lantas menumpuknya. Kemudian boneka daruma akan dibakar bersama-sama.
Seusai boneka daruma dibakar, masyarakat Jepang membeli boneka daruma baru yang akan digunakan di tahun selanjutnya. Boneka ini dibeli tanpa memiliki gambar mata sama sekali.
Masyarakat Jepang kemudian akan menggambarkan satu per satu bagian mata daruma begitu satu per satu harapan mereka terkabul.
Daruma pun menjelma simbol keberuntungan dan jimat yang dipercaya dapat membantu orang-orang mencapai resolusi mereka setiap tahunnya.
Berita Terkait
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026
-
Ulasan First Love: Ketika Cinta Pertama Menemukan Jalan Pulang
-
Kenapa Jepang Dilanda Kebangkrutan? 1.000 Perusahaan Tutup dalam Sebulan
-
Jepang Dihantam Gelombang Perusahaan Bangkrut, Paling Banyak Dalam 14 Tahun Terakhir
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Sekolah Bakal Digusur, Ratusan Murid SD di Batanghari Mengadu ke Presiden
-
Bedak Tabur vs Bedak Padat, Mana yang Lebih Aman untuk Touch Up Siang Hari?
-
Karhutla di Kawasan Tol Balikpapan-Samarinda, Penyebab Masih Diselidiki
-
81 Miles Uji 5G XLSMART dari Semarang hingga Yogyakarta, Target 88 Kota pada 2026
-
Kasus Marissa Anita, Saat Sebuah Foto Dibaca sebagai Simbol Kedekatan dengan Kekuasaan
-
Menemukan Tuhan di Sudut Kota: Pesona Di Kota Tuhan Stebby Julionatan
-
Stafsus Menhut Mangkir Diperiksa, KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan
-
10 Sifat dan Karakter Wanita Cancer, Kenali Sisi Lembut hingga Keras Kepalanya
-
25 Link Twibbon Maulid Nabi 2026 Gratis, Bisa untuk Status WA dan Foto Profil
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR