Suara.com - Situ Cicerem, di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dinilai mampu menjadi objek wisata unggulan. Menurut Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, potensi objek wisata yang kerap disebut Telaga Biru itu bisa dikembangkan sesuai dengan komitmen Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar yang akan menjadikan Jabar sebagai provinsi pariwisata.
"Sebagai provinsi yang sudah dicanangkan untuk jadi provinsi pariwisata sebagai ujung tombak ekonomi Jabar, satu per satu destinasi wisata yang kurang terkenal akan dimaksimalkan, salah satunya di sini (Situ Cicerem)," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, saat mengunjungi Situ Cicerem, Minggu (15/9/2019).
Sesuai julukannya sebagai Telaga Biru, wisata alam yang berada di kaki Gunung Ciremai ini memang memiliki air berwarna biru. Apalagi saat musim kemarau, warna biru di telaga tersebut akan terlihat semakin pekat.
Emil pun mengaku bisa merasakan kesegaran telaga dengan berenang bersama pengunjung lainnya.
"Banyak ikan, ada bawal dan ikan lain khas Kuningan yang sangat jinak," tutur Emil.
"Di sini terbagi dua, ada yang rute berperahu dan berenang, saya coba berenang tadi," tambahnya.
Untuk mempercepat proses pengembangan Situ Cicerem, Emil mengimbau Kepala Desa Kaduela untuk segera mengirimkan surat kepada Pemdaprov Jabar. Emil memastikan, pihaknya akan membantu seluruh biaya pengembangan.
Emil pun optimistis bahwa pengembangan Situ Cicerem akan berdampak terhadap kesejahteraan warga Desa Kaduela. Pasalnya, lanjut Emil, di masa kepemimpinannya sebesar 60 persen pembangunan Jabar akan fokus di desa.
Pengembangan obyek wisata Situ Cicerem disambut baik oleh pihak pengelola. Rahmat Hidayat, salah seorang pengelola mengatakan, pihaknya akan segera membuat surat permohonan kepada Pemprov Jabar sesuai dengan prosedur.
Baca Juga: Ridwan Kamil Imbau Warga Pasang Bendera Setengah Tiang untuk BJ Habibie
"Tentu ini kabar positif bagi kami dan kami akan segera menindaklanjutinya," ujarnya..
Situ Cicerem alias Telaga Biru sendiri mematok harga tiket yang cukup murah, yakni Rp 5 ribu per orang. Dengan akses yang mudah dan harga tiket murah, Rahmat berujar, objek wisata ini setiap hari ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah Kuningan.
"Di sini selalu penuh (pengunjung) apalagi hari libur. Mudah-mudahan setelah dikembangkan akan lebih ramai," harapnya.
Berita Terkait
-
Jabar Sukses Selenggarakan Tour de Linggarjati
-
Begini Tingkah Lucu Panda Penghuni Taman Safari
-
Ridwan Kamil : Jabar Masagi Hantarkan Indonesia Jadi Negara Adidaya 2045
-
Atalia Kamil : Membaca Merupakan Salah Satu Nutrisi untuk Otak dan Hati
-
Buka Pameran Catering, Atalia Kamil : Perluas Jaringan dan Kreativitas
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
-
Listrik Rumah Cuma 450 Watt? Ini 3 Rekomendasi Mesin Cuci 2 Tabung Panasonic, Dijamin Anti Jeglek
-
8 Minuman Penurun Kolesterol, Cocok Dikonsumsi Setelah Makan Daging Kurban
-
31 Ucapan Hari Raya Waisak yang Singkat, Penuh Makna, dan Menyentuh Hati
-
Out of the Boox, Gudang Buku 2026 Hadir Kembali di 12 Kota!
-
Waspada Siklon dan Ancaman Penyakit! Hantavirus Mengintai, Diabetes Tipe 2 Ancam Anak Muda
-
Apa Saja yang Dilakukan saat Hari Raya Waisak? Mengenal Hari Tri Suci Umat Buddha
-
Di Tengah Tren Kerja Remote, Komunitas WFC Journal Jadi Ruang Baru untuk Merasa Tidak Sendirian
-
5 Amalan dan Bacaan Doa di Hari Tasyrik yang Dianjurkan setelah Iduladha
-
Puasa Setelah Idul Adha Kapan Lagi? Ini Alasan Kenapa Kita Dilarang Berpuasa