Beranggotakan praktisi dan ahli medis
Hampir 4 tahun berdiri, ternyata Komunitas Kejora Indonesia berhasil menarik minat para ahli medis untuk mau memberikan edukasi kesehatan lebih kepada masyarakat. Terdiri dari dokter umum, dokter anak, dokter gizi, dokter mata, dokter kulit, dokter gigi, hingga psikologi yang semua berjumlah 40 orang bergabung dalam komunitas ini.
Ada sebanyak 7 divisi pembagian tugas di Komunitas Kejora. Ada juga 16 orang penulis lengkap dengan para konten kreator untuk mengisi konten di website, Youtube, dan Instagram @kejora.indonesia.
"Jadi sebenernya yang susah, para ahli itu kadang sudah sibuk, jadi susah approve-nya. Jadi kita sama-sama, samakan dulu misinya bahawa visinya membuat orangtua sadar akan kesehatan anak. Jadi yang penting sama dulu tujuannya," tutur drg. Stella.
Selain waktu, drg, Stella juga tidak menampik kerap kesulitan membakar kembali semangat para ahli medis ini, mengingat biasanya para dokter sangat kelelahan usai praktik. Di sinilah kemudian beberapa dokter lainnya saling mengingatkan bahwa tugas lain dokter ialah harus mau terjun ke masyarakat.
"Tapi memang senengnya, sih, banyak teman-teman yang spiritnya sama, jadi kita gerak bareng. Kadang keterbatasan tenaga juga, karena mau nggak mau kita semuanya ini buka praktik. Jadi waktu dan tenaganya terbatas," ceritanya.
Berkat semangat itulah akhirnya beragam acara besar berhasil diselenggarkan Komunitas Kejora Indonesia, seperti mengajak anak PAUD untuk pergi ke Ragunan dan membuat pos-posan untuk mengedukasi pengetahuan dengan cara dongeng, permainan, dan sebagainya. Tidak hanya praktisi medis, komunitas Kejora Indonesia juga membuka bagi para volunteer untuk ikut bergabung saat mengadakan acara, termasuk tenaga medis dari luar juga boleh ikut berkontribusi.
"Jadi kita ingin Kejora ini selain edukasi, kita jadi wadah para dokter atau psikolog semua tenaga kesehatan, yang mau berkontribusi sosial di sini tempatnya, kita sama-sama gerak bareng," tuturnya.
Sistem rekuitmen anggota
Ternyata cukup mudah untuk ahli medis berkontribusi secara sosial di komunitas ini. Cukup menghubungi melalui DM (direct message) Instagram, atau kontak lainnya, kemudian drg. Stella atau drg. Tara akan bertemu dan berbicara mengenai visi dan misi untuk menyamakan persepsi.
"Sebenernya sih ada yang close recruitmen, ada yang bilang, 'Eh, aku mau ikut'. Biasanya aku tanya, aku jelasin dulu sama nggak nih visi misinya. Aku jelasin divisinya ada ini-ini, tertariknya di yang mana, waktu yang diberikan seperti apa," jelas drg. Stella.
Baca Juga: Ajak Suporter Bola Lebih Tertib, Komunitas Ini Buat Acara Seru
Sementara itu, untuk volunteer, pembukaannya hanya untuk program acara tertentu. Nantinya akan dipilih berasarkan kuota dan kebutuhan dalam acara.
Harapan dan masuknya donatur
Drg. Stella menegaskan komunitasnya adalah non-profit alias tidak mencari keuntungan, karena visinya terjun ke masyarakat agar lebih sehat. Sehingga, banyak harapan dan cita-cita besar dan dana yang terhimpun sangat terbatas, sehingga terbesit harapan adanya donatur yang ingin berperan serta menyehatkan masyarakat.
Cita-cita besar komunitas ini ialah buku-buku dongeng yang disusun praktisi medis dan ahli dapat masuk di seluruh PAUD Indonesia. Sehingga bukan hanya tentang pelajaran, sejak kecil anak sudah paham akan kesehatan diri sendiri, dan nantinya beban kesehatan pemerintah tidak begitu besar karena kesadaran yang terbentuk sejak dini.
"Kita maunya buku ini tersebar ke seluruh anak Indonesia dan menjadi tool buat dokter di daerah buat edukasi, karena sebenernya kita sudah bikin program namanya buku asuh, dan terkoneksi dengan dokter-dokter yang lagi praktik di daerah. Kita tanya kondisinya bagaimana, nanti kita kirim bukunya. Cuma belum banyak titiknya, pengennya seperti itu," ungkapnya dengan segenap hati.
Hingga 2019, tidak kurang dari 4 buku telah diterbitkan komunita Kejora Indonesia, yaitu Berani Ke Dokter Gigi, Gigiku Sehat dan Kuat, Makanan Sehat Pahlawan Super, dan Badan Bersih Bebas Kuman. Tampilan buku juga terlihat unik dan menggugah anak-anak untuk membacanya, yaitu berwarna, menarik, ada berbagai karakter lucu, dan tidak begitu tebal.
Sekedar informasi, 2018 lalu, buku yang diterbitkan Kejora Indonesia telah ditetapkan oleh Pusat Kurikulum Buku Pusat Indonesia sebagai buku yang direkomendasikan untuk anak PAUD. Keren, kan?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
5 Sepatu Jalan Senyaman Hoka Bondi Versi Lebih Murah
-
4 Rekomendasi Sepatu Mirip New Balance 530 Versi Lokal, Terjangkau Mulai Rp100 Ribuan
-
Energi Surya, Pilihan untuk Hidup yang Lebih Hemat Listrik
-
5 Parfum Lokal Sewangi YSL Libre, Aroma Mewah Versi Lebih Murah
-
Daftar Tanggal Merah Long Weekend Januari 2026, Sambut Libur 3 Hari di Awal Tahun!
-
7 Sepatu Salomon Original Promo Gede-Gedean di Planet Sports, Diskon 30 Persen!
-
7 Vitamin Otak Anak Rekomendasi Dokter di Apotek, Harga Mulai Rp15 Ribuan
-
5 Rekomendasi Pelembap Kolagen untuk Wajah Lembap dan Kenyal Mulai Rp17 Ribuan
-
6 Sepatu Ortopedi Ternyaman untuk Kaki Datar, Tidak Bikin Sakit saat Jalan
-
4 Sepatu Lari 910 Nineten Terbaru untuk Lari Jarak Pendek hingga Trail Running