Suara.com - Kapas selama ini identik dengan produk yang terbuat dari katun. Bagi perempuan, kapas jadi benda kecil yang esensial karena multifungsi, mulai dari membersihkan wajah, mengaplikasikan toner, hingga mengompres mata.
Tapi faktanya, tidak semua kualitas kapas di pasaran sama. Ada kapas yang tidak terbuat dari 100% cotton sehingga berpotensi melukai kulit wajah ketika digunakan, atau seratnya tertinggal di kulit dan bisa menutup pori-pori.
Nah, kini ada jenis kapas baru yang diproduksi dengan teknologi tinggi, sehingga meniadakan risiko-risiko yang mungkin terjadi seperti kalau Anda menggunakan kapas biasa, yaitu Silcot Maximizer Cotton merupakan kapas pertama dengan teknologi micro-sponge.
Kapas inovatif yang dihadirkan oleh PT Uni-Charm Indonesia ini diklaim mampu 2x lebih meresapkan cairan toner atau skincare lainnya ke kulit dibandingkan kapas biasa. Silcot juga punya bentuk unik, di mana kapas ini bisa disobek menjadi 2 bagian, lalu dipakai sebagai masker bawah mata.
Dalam acara peluncuran Silcot Maximizer Cotton, dr. Kardiana Purnama Dewi, Sp.KK, dermatologis dan Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), mengatakan, "Tanpa disadari, ada banyak aktifitas keseharian yang dapat menghilangkan kelembapan alami kulit, seperti berada di ruangan ber-AC, naik mobil maupun transportasi umum yang dilengkapi pendingan, dan mencuci wajah dengan air hangat. Penggunaan produk perawatan kulit dapat membantu kita menghindari masalah seperti kulit kering dan eksim. Jika lebih banyak liquid skincare yang bisa meresap ke kulit, tentunya kulit akan lebih ternutrisi dan lembap.”
Nah, yang tidak diketahui selama ini oleh perempuan Indonesia adalah tekstur kapas yang seharusnya berbeda untuk setiap tujuan kegunaannya, seperti untuk membersihkan wajah, makeup, dan mengaplikasikan liquid skincare. Tapi faktanya, banyak yang menggunakan satu jenis kapas untuk semua kegunaan.
Yuji Ishii, Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia, dalam peluncuran produk ini mengatakan, “Kami menghadirkan Silcot, sebuah inovasi dengan teknologi yang belum pernah ada sebelumnya agar para perempuan Indonesia bisa memiliki kulit yang lebih sehat sehingga lebih percaya diri dalam menjalani aktivitasnya.”
Di Jepang, Silcot menjadi brand no. 1 (31%) selama tiga tahun berturut-turut sejak 2016, dan mendapatkan penghargaan kosmetik bergengsi oleh Cosme Beauty, situs kosmetik dan kecantikan terbesar di Jepang. Berkaca pada penghargaan yang telah dicapai ini, Silcot bertekad untuk memperluas komitmennya dengan mendukung perempuan Indonesia menjaga kesehatan kulitnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Berapa Harga Serum Viva untuk Flek Hitam? Ini Cara Pakai yang Benar agar Hasil Maksimal
-
BAF Lanjutkan Gerakan Hijau, 20 Ribu Mangrove Ditanam di Jawa Tengah
-
5 Koleksi Jam Tangan Dokter Tirta Harga Jutaan, Ngaku Ada yang Beli Second
-
3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
-
Sering Ngantuk saat Kerja? Coba 9 Tips Ini agar Tetap Fokus tanpa Harus Minum Kopi
-
6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
-
BPOM Temukan 11 Kosmetik Lokal Berbahaya, Cek Daftar Lengkapnya
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik pada 15 Juli 2026, Apakah Kamu Termasuk?
-
Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi
-
Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan