Suara.com - Seiring kesibukan dan kebutuhan penggunanya, Anda mungkin juga sering kali membutuhkan tas yang bisa memuat beberapa benda sekaligus saat bepergian. Nah, jenis yang paling populer karena mampu diisi banyak barang adalah tas ransel dan selempang.
Namun, banyaknya barang yang Anda masukkan otomatis membuat tas semakin berat. Tanpa disadari, itu tentu bakal kian membebani bahu dan punggung.
Lalu, mana yang lebih baik untuk kesehatan? Tas ransel atau tas selempang? Mengutip Hellosehat, simak penjelasan berikut ini.
Tas Ransel
Pada dasarnya, ransel atau tas punggung memiliki banyak bagian yang membuat isi tas menjadi lebih teratur. Seperti yang dilansir dari Teens Health, ransel adalah pilihan yang baik jika Anda membawa banyak barang dibandingkan tas selempang atau tas bahu.
Penggunaan ransel akan membuat beban yang dibawa memiliki porsi seimbang pada otot terkuat manusia, yaitu otot punggung dan perut.
Sebuah penelitian di tahun 2015 menyatakan tas ransel lebih baik karena dapat mengurangi gejala nyeri punggung belakang ketimbang jenis tas lain pada perempuan remaja.
Meski beban otot seimbang, barang bawaan yang terlalu berat tetap saja akan membebani punggung sehingga tas bisa menarik tubuh Anda ke belakang. Anda kemudian biasanya akan memajukan tubuh pada bagian panggul dan lengkung tulang belakang. Akibatnya, postur tulang belakang jadi terganggu.
Tas Selempang
Baca Juga: Modelnya Simpel tapi Mahal, Ini Harga Ransel Imut Irene Red Velvet
Soal pilihan tas, sebenarnya cukup disesuaikan dengan kebutuhan. Jika membawa barang yang tidak begitu banyak dan ingin terlihat lebih modis, tas bahu atau tas selempang adalah jawabannya.
Saat Anda lelah menyampirkannya di salah satu bahu saja, Anda dapat memegangnya dengan tangan dan memindahkan beban tersebut.
Meski begitu, membawa tas selempang dengan beban yang sangat berat dapat memengaruhi gaya berjalan.
Ketika berjalan, lengan dan kaki Adan akan berayun dan membutuhkan keseimbangan yang baik. Namun jika beban dalam tas selempang terlalu membebani salah satu bahu atau salah satu sisi tubuh, hal ini bisa mengganggu keseimbangan dan membuat Anda berisiko menderita sakit punggung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
4 Cara Menyimpan Sisa Opor dan Rendang agar Tidak Basi Sampai Besok
-
Dari Merak hingga Ketapang, Mudik Kini Didukung Fasilitas Perjalanan yang Lebih Praktis
-
Minum Nutrive Benecol saat Kolesterol Naik Usai Lebaran, Pahami Dosis yang Tepat dan Efek Sampingnya
-
10 Jawaban Cerdas Pertanyaan Kerja di Mana Saat Lebaran, Anti Tertekan!
-
10 Jawaban Cerdas Pertanyaan Kapan Lulus Saat Lebaran, Santai Tanpa Canggung
-
7 Film Terbaru Cocok Ditonton Saat Libur Lebaran 2026, dari Horor hingga Drama Keluarga
-
7 Trik Kelola THR Anak agar Tidak Habis Setelah Lebaran 2026
-
5 Pantai Hidden Gems Jogja Dijamin Anti Macet Buat Lebaran 2026, Tiket Mulai Rp3 Ribuan Saja
-
Bank Libur Berapa Hari Selama Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BNI, BCA hingga Mandiri
-
Puasa Syawal Mulai Kapan? Ini Hukum Menggabungkannya dengan Qadha Ramadan