Suara.com - Topik memburu alien tampaknya masih digandrungi hingga sekarang. Yang terbaru, sebuah bukit terpencil di Thailand diburu turis karena dipercaya sebagai portal ke dunia alien.
Bukit terpencil tersebut bernama Khao Kala dan terletak kurang lebih 3 jam jauhnya dari kota Bangkok. Areanya pun tersembunyi di antara padang tebu.
Namun, banyak pemburu alien datang kemari. Melansir dari laman Insider, para pemburu alien tersebut percaya jika manusia bisa bertelepati dengan alien di Khao Kala.
Bahkan, beberapa turis pun percaya jika bukit tersebut adalah situs supernatural yang menyembunyikan portal berupa lubang cacing untuk digunakan alien bepergian.
Di Khao Kala sendiri, ada patung Budha berukuran besar yang terletak di bawah patung ular berkepala tujuh.
Di sinilah para pemburu alien biasanya bermeditasi dengan harapan menemukan alien atau berkomunikasi dengan mereka.
Tak cuma jadi situs perburuan alien, bukit Khao Kala juga mendorong munculnya komunitas yang percaya dengan kemampuan supernatural di area tersebut.
Menurut salah satu anggotanya yang bernama Somjit Raepeth, komunitas tersebut mengikuti ajaran Budha secara ketat sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan alien dari planet Pluto dan planet lain bernama Logu Kata Paka Tigong.
"Mereka (alien) punya nilai moral yang tinggi," ujar Somjit Raepeth. "Satu-satunya cara untuk berkomunikasi dengan mereka adalah dengan mempraktekkan ajaran Budha hingga tingkat tertinggi."
Baca Juga: Ilmuwan Menduga Venus Pernah Dipenuhi Alien?
Selain itu, anggota komunitas ini juga mendekripsikan alien sebagai sosok yang kurus, kecil, dan berwarna perak.
Kisah komunitas ini tak berhenti sampai di sana. Wassana Chuensamnaun, pemimpin dari kampanye alien di Khao Kala, menyebutkan jika para alien Pluto khawatir dengan kondisi kerusakan Bumi.
Menurut Wassana, para alien ini juga mengklaim jika Budha adalah manusia dengan kemampuan pikiran terhebat.
Ditambah lagi, ada juga alien yang memprediksi jika Perang Dunia III akan pecah di tahun 2022 dan para alien sudah berjanji untuk merawat mereka yang bertahan.
Terlepas dari kisah yang mirip fiksi ilmiah ini, nyatanya bukit Khao Kala tetap ramai diburu turis yang penasaran. Hal ini membuat gerah pihak berwenang, lantaran situs Khao Kala sebenarnya ada di area hutan yang dilindungi.
Bahkan, pada Agustus silam, otoritas setempat harus merazia para pemburu alien yang berkemah di sana. Sementara di bulan September, otoritas kembali mengingatkan komunitas Khao Kala agar tidak merusak ketenangan situs beragama di sana.
"Jika kami menemukan seseorang yang bersalah, kami akan menuntut mereka," ujar kepolisian setempat. "Lebih bagus lagi jika UFO turun dan parkir di sini. Kami akan menangkap mereka semua."
Berita Terkait
-
Review The Debt Collector: Aksi Balas Dendam Penuh Darah di Kota Bangkok!
-
Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan
-
Dugaan Pengaturan Skor di Piala AFF 2026, Satgas Antimafia Didesak Usut Tuntas
-
Kapal dari Teluk Thailand Bawa 1,3 Ton Ketamine, Disembunyikan di Ruang Rahasia ABK
-
Anak 14 Tahun Pelaku Penembakan Sekolah Thailand 2 Tahun Belajar Pakai Pistol
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi