Suara.com - Kisah di Museum Santet, Misteri Jelangkung untuk Diagnosa Penyakit [Part 1]
Di Surabaya terdapat Museum Santet atau yang sebenarnya bernama museum kesehatan Dr Adhyatma. Museum tersebut terletak di Jalan Indrapura No17, Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kota SBY, Jawa Timur.
Suara.com mencoba mengintip museum kesehatan & pengobatan yang berisi berbagai keyakinan genetik hingga budaya tentang penyembuhan.
Museum ini sendiri dibuka mulai hari Senin- Jumat dengan jam operasi mulai 08.00-15.00 WIB. Untuk bisa memasuki museum ini pengunjung hanya dipatok biaya masuk yang sangat terjangkau yakni seharga Rp 1500 untuk satu orangnya.
Membuka pintu ruang kesehatan sejarah adalah uji nyali yang sangat hakiki. Museum sepi, ditambah tidak ada suara lain selain desahan angin yang bertiup samar.
Pintu pun kami buka. Alangkah terkejutnya kami ketika melihat aneka peninggalan yang ditata rapi sedemikian rupa. Dengan pencahayaan yang cukup terang, sebenarnya ruangan ini sangat nyaman. Hanya, masalah kembali ke suasana awal, Sepi.
Gambaran mengenai sejarah kesehatan dipamerkan, baik di dunia maupun di Indonesia. Informasi mengenai sejarah teknik mengobati orang di berbagai belahan dunia hingga gambaran wabah penyakit menular.
Masuk ke pintu utama yang berbentuk lingkaran, pengunjung akan diauguhkan dengan ruang sasana tokoh yang berisi album foto kegiatan tokoh pejabat seputar dunia kesehatan di tanah air. Piagam, sertifikat dan penghargaan. Di situ juga terdapat lukisan Dr Adhyatma MPH.
Kepala Museum Kesehatan Dr Adhyatma, Susetyo Eni Rahmawati menyampaikan bahwa museum ini didirikan dan digagas oleh seorang peneliti dari pusat penelitian dan pengembangan pelayanan kesehatan bernama dr Hariyadi Suparto.
Baca Juga: 5 Berita Lifestyle: Museum Antimainstream hingga Hari Tanpa Bayangan
Menurutnya keberadaan Museum Kesehatan ini bertujuan untuk menyelamatkan barang kuno saja.
"Beliau melihat barang-barang bersejarah di gudang merasa sayang karena nilai sejarahnya tinggi. Jadi beliau mengumpulkan sampai menjadi banyak. Kemudian mendapat respon dari masyarakat atau instansi yang menghibahkan barang mereka yang dianggap bersejarah kepada kami," jelasnya kepada Suara.com, Kamis (10/10/2019).
Ada Celana Anti Perkosaan jaman dahulu...NEXT
Kontributor : Arry Saputra
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Percantik Teras, Ini 5 Pilihan Tanaman Hias yang Mudah Dirawat
-
Apa Keuntungan Homeless Media? Viral Banyak yang Digandeng Bakom RI
-
Food Cycle Indonesia Ubah Surplus Pangan Jadi Bantuan untuk Warga Rentan
-
Beda Pendidikan Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Sedang Jadi Omongan
-
5 Serum dengan Kandungan Anti Aging untuk Cegah Tanda Penuaan Wajah
-
Apakah Irwan Mussry Seorang Mualaf? Ini Agama Suami Maia Estianty
-
Syarat Hewan Kurban yang Sah, Ini Ketentuan yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli
-
6 Sunscreen Moisturizer SPF 50 Sat Set untuk Busy Morning, Diperkaya Collagen dan Ceramide
-
Kisah Petani di Klaten Menghidupkan Kembali Tanah demi Bertahan dari Krisis Iklim
-
7 Lip Balm dengan SPF untuk Bibir Gelap dan Kering, Jadi Lembap Seharian