Suara.com - Enak Makanan Pinggir Jalan? Perhatikan Dulu 4 Aspek Kebersihan Ini
Kuliner street foods, jajanan kaki lima atau makanan pinggir jalan ini kini semakin beragam dan menawarkan varian rasa serta inovasi produk yang menggugah selera.
Maka tak heran bila bukan restoran saja yang ramai pengunjung, tetapi makanan pinggir jalan ini juga diminati pembeli online dan offline.
Akan tetapi, makanan pinggir jalan masih menjadi polemik yang cukup besar dalam tatanan kesehatan. Higenitas kuliner street foods masih sangat diragukan keamanan dari segi kebersihan dan kesehatannya.
Dikatakan oleh Tutut Indra Wahyuni SKM, M.Kes., selaku Kasudib Kesehatan Pangan dari Kementerian Kesehatan RI, umumnya ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam memilih makanan pinggir jalan.
Pertama unsur kesehatan dan keamanan. Dalam hal keamanan ini kaitananya dengan higienitas guna mencegah timbulnya penyakit menular dan keracunan.
Ditemui Suara.com dalam acara pre-event Street Food Fest, yang diinisiasi oleh Food Sustainesia yang berkolaborasi dengan FAO, WFP serta lembaga PBB lainnya, Tutut Indra Wahyuni menyampaikan empat aspek yang perlu diperhatikan saat akan menikmati makanan pinggir jalan.
Pemilihan bahan makanan
Utamanya tentulah dari aspek produk itu sendiri. Pastikan makanan pinggir jalan dibuat menggunakan bahan-bahan untuk makanan. Misalanya aman dari penggunaan bahan kimia berbahaya, pengawet selain makanan, menggunakan minyak kemasan, tidak kadaluarsa, menggunakan air bersih, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Pria Wajib Hindari 5 Makanan ini, Karena Bisa Hambat Produksi Sperma
Peralatan yang digunakan
Kemudian peralatan yang digunakan sebagai penunjang. Misalnya, alat makan dan alat masaknya bersih. Untuk talenan tidak berjamur, piring, sendok, garpu dicuci bersih dan kemasan pembungkus aman untuk membungkus makanan pinggir jalan ini.
Orang yang mengolah
Orang yang mengolah, penjual, atau tukang masak makanan pinggir jalan harus terjaga kebersihannya. Misalnya menggunakan masker, sarung tangan plastik, rambut rapi, kalau bisa diikat dan ditutup agar tidak ada rambut yang jatuh ke makanan. Ditambah rajin mencuci tangan sebelum mengolah makanan.
Sarana dan prasarana
Bagi pedagang makanan pinggir jalan seperti bakso, ketoprak, soto, serta makanan lain serta minuman apa saja yang menggunakan piring dan gelas yang dipakai berkali-kali, harus dipastikan menyediakan sarana dan prasarana mencuci alat makan dengan air bersih. Artinya terdia sabun untuk mencuci dan wadah penyimpanan yang layak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?