Suara.com - Lestarikan Wastra, Perempuan Pelestari Budaya Gandeng Dian Oerip
Sebagai upaya untuk melestarikan budaya Indonesia, di hari ulang tahunnya yang kedua, Komunitas Perempuan Pelestari Budaya Indonesia (PPBI) menggandeng Oerip Indonesia yang digawangi oleh desainer Dian Oerip.
Kedua komunitas yang concern pada wastra ini mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya Indonesia lewat gerakan cinta mengenakan kain tradisional.
Salah satu pendiri PPBI, Diah Kusumawardani Wijayanti mengatakan bahwa wastra atau kain tradisional Indonesia tak hanya digunakan saat acara resmi, tapi juga bisa digunakan dalam keseharian, baik saat santai maupun ke kantor.
"Nah, tahun ini PPBI juga akan membuka cabang di Bali, sehingga kita bisa ajak perempuan lokal untuk bangga kearifan lokal daerahnya," ujar Diah Kusumawardani di Hotel Jambuluwuk Jakarta, belum lama ini.
Lebih lanjut Diah mengatakan bahwa Komunitas Perempuan Pelestari Budaya Indonesia dibentuk pada 2017 oleh dirinya dan Susan Puspa Dewi. Komunitas yang beranggotakan 28 orang itu berasal dari berbagai latar belakang profesi. Ada wartawan, konsultan, wirausaha, surveyor, karyawan, NGO hingga perhotelan.
Berdirinya komunitas ini, sambung dia, dilatarbelakangi oleh komitmen menjaga serta melestarikan budaya tradisional dan nilai luhur bangsa.
“Itulah yang menjadikan salah satu alasan dan memutuskan untuk membentuk komunitas ini,” ungkap Diah.
Selama dua tahun eksis, Komunitas PPBI telah banyak melakukan kegiatan, seperti kegiatan amal untuk para penderita AIDS, pendanaan sekolah tari di Nusa Tenggara Timur, dan melakukan pementasaan seni tari Indonesia, baik dalam hingga luar negeri.
Baca Juga: Balutan Kain Tradisional dalam Indonesia Is Me
Tak kalah membanggakan adalah Dian Oerip yang telah berkarya selama 11 tahun melestarikan wastra, mulai dari batik, tenun, songket, sarung hingga busana tradisional.
Memiliki tujuan dan nilai idealis yang sama dengan PPBI, perempuan bernama lengkap Dian Errakumalasari ini juga berjuang dengan caranya melestarikan budaya Indonesia melalui rancangan busananya yang memanfaatkan wastra.
"Saya sangat senang bisa berkolaborasi dengan komunitas Perempuan Pelestari Budaya Indonesia. Semoga dengan kerja sama ini, upaya untuk melestarikan budaya bangsa kita bisa semakin meluas dampaknya," jelas perempuan kelahiran Ngawi, Jawa Timur ini.
Perlu diketahui, label Dian Oerip selama 11 tahun berkarya telah mengharumkan nama Indonesia lewat desain wastra. Tak hanya Asia, tetapi juga mancanegara seperti Austria, Belanda, Yunani, Italia, Polandia, Jerman, Afrika dan Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!