Suara.com - Daerah Sumba, Nusa Tenggara Timur, dikenal punya banyak spot berupa bukit hingga savana yang menarik untuk dijelajahi.
Salah satu spot tersebut adalah Bukit Tanarara yang berada di Matawai La Pawu, Sumba Timur.
Tanarara sendiri memang berarti tanah merah. Hal ini mengacu pada kondisi tanah di bukit tersebut yang memiliki warna merah.
Namun, berkebalikan dengan namanya, hamparan perbukitan ini malah dilapisi rumput yang tampak hijau hingga kekuningan.
Tidak hanya itu, Bukit Tanarara terdiri dari beberapa bukit yang saling bersinggungan dan membentuk lekuk-lekuk cantik sehingga cocok dijadikan latar belakang berfoto.
Selain panorama alamnya yang memukau, Bukit Tanarara juga cocok dijadikan tempat menanti sunrise hingga sunset.
Lalu, ada pula bukit karang-karang yang juga akan mempercantik suasana di Bukit Tanarara.
Warna perbukitan di sini sendiri akan berubah tergantung musim. Bagi Anda yang ingin mendapatkan hamparan bukit hijau nan asri, Anda bisa datang di musim hujan.
Sementara di musim kemarau, warna bukit Tanarara akan cenderung kuning kecokelatan namun tetap tak kalah indah.
Baca Juga: Menyibak Pesona Pulau Nisa Pudu di Nusa Tenggara Barat
Untuk mengunjungi bukit ini, Anda bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Tak perlu khawatir karena akses jalanan di sini sudah baik.
Sementara, travelers yang ingin mendaki hingga puncak juga dapat bersantai karena kondisi perbukitan yang cukup landai.
Bukit Tanarara sendiri tidak memungut tiket masuk dari para wisatawan. Semua orang dapat menikmati keindahan bukit ini tanpa membayar.
Nah, tertarik main-main ke Sumba Timur?
Berita Terkait
-
Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara
-
Laba PTBA Anjlok 42,5 Persen
-
Ritual Laut Semana Santa Warnai Jumat Agung di Larantuka
-
Laba Bersih PTBA Terkoreksi 42,74 Persen di Tengah Pembengkakan Beban Operasional
-
Sinopsis Yohanna: Pergulatan Batin Sang Biarawati di Sumba Timur
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas
-
16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang
-
5 Urutan Skincare Pagi dengan Day Cream dan Moisturizer yang Benar
-
Tren Baru Gaya Hidup: Kipas Portable dengan Kamera, Hadapi Cuaca Panas Sambil Abadikan Momen
-
Kronologi Lengkap 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual ke 27 Korban