Bisnis / Energi
Senin, 06 April 2026 | 18:23 WIB
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto mengatakan pembangunan pabrik DME akan membutuhkan waktu tiga tahun. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
Baca 10 detik
  • PTBA memastikan peletakan batu pertama pabrik hilirisasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim akan dilaksanakan tahun ini.
  • Pembangunan pabrik DME ditargetkan rampung dalam tiga tahun untuk mendukung upaya pemerintah menekan angka impor gas LPG.
  • PTBA siap memproduksi 1,4 juta ton DME per tahun dengan Pertamina bertindak sebagai pembeli siaga hasil produksi.

Suara.com - PT Bukit Asam Tbk atau PTBA memastikan bahwa groundbreaking pembangunan pabrik hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether atau DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan tetap akan dilaksanakan pada tahun ini.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto mengatakan pembangunan pabrik tersebut akan membutuhkan waktu tiga tahun dan saat ini PTBA masih menunggu keputusan soal pendanaan proyek tersebut dari Danantara.

Adapun proyek hilirisasi batu bara menjadi DME merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan ketergantungan terhadap impor LPG.

"Pembangunan itu paling cepat tiga tahun. Semoga kalau enggak ada kendala dan ada percepatan di perizinan dan lain-lain, semoga dalam tiga tahun bisa berdiri," kata Turino saat ditemui wartawan di Jakarta pada Senin (6/4/2026).

Dia menjelaskan bahwa groundbreaking dilakukan sebagai bentuk percepatan proses, meski saat ini skenario pendanaan dan pemilihan mitra strategis masih dalam tahap finalisasi di Danantara.

"Pemerintah ingin mengakselerasi itu. Jadi, paralel sambil mencari mitra dan menyusun skenario pendanaan di Danantara, kita lakukan groundbreaking untuk percepatan prosesnya saja," kata Turino.

Dari sisi teknis menurutnta PTBA sudah sangat siap untuk memulai pembangunan. Perusahaan juga sudah menyiapkan sejumlah hal mulai dari cadangan batu bara, lahan hingga identifikasi teknologi.

"Cadangan sudah ready, lapangan dan kawasan sudah siap, teknologi yang mau dipilih juga sudah kami identifikasi. Tapi keputusan dan investasi dan lain-lain masih di Danantara." ujarnya.

Terkait dengan mitra, PTBA sudah mengidentifikasi sejumlah negara, seperti Tiongkok, Jepang hingga Korea Selatan. Namun demikian belum diputuskan negara mana yang akan dijadikan mitra.

Baca Juga: Gasifikasi Batu Bara, Pekerjaan Rumah Tertunda Bukit Asam

"Mitranya sudah kita pilih, sudah kita identifikasi, tinggal diputuskan," ujar Turino.

Dalam proyek ini, PTBA akan berperan sebagai produsen, sementara PT Pertamina (Persero) akan bertindak sebagai pembeli siaga atau offtaker. Kemitraan tersebut saat ini pun tengah dimatangkan guna memastikan keberlanjutan DME sebagai substitusi LPG.

Sebagai tahap awal, PTBA memproyeksi target produksi sebesar 1,4 juta ton DME per tahun.

"Kami akan start dengan 1,4 juta ton DME per tahun," pungkas dia.

Load More