- PTBA memastikan peletakan batu pertama pabrik hilirisasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim akan dilaksanakan tahun ini.
- Pembangunan pabrik DME ditargetkan rampung dalam tiga tahun untuk mendukung upaya pemerintah menekan angka impor gas LPG.
- PTBA siap memproduksi 1,4 juta ton DME per tahun dengan Pertamina bertindak sebagai pembeli siaga hasil produksi.
Suara.com - PT Bukit Asam Tbk atau PTBA memastikan bahwa groundbreaking pembangunan pabrik hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether atau DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan tetap akan dilaksanakan pada tahun ini.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto mengatakan pembangunan pabrik tersebut akan membutuhkan waktu tiga tahun dan saat ini PTBA masih menunggu keputusan soal pendanaan proyek tersebut dari Danantara.
Adapun proyek hilirisasi batu bara menjadi DME merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan ketergantungan terhadap impor LPG.
"Pembangunan itu paling cepat tiga tahun. Semoga kalau enggak ada kendala dan ada percepatan di perizinan dan lain-lain, semoga dalam tiga tahun bisa berdiri," kata Turino saat ditemui wartawan di Jakarta pada Senin (6/4/2026).
Dia menjelaskan bahwa groundbreaking dilakukan sebagai bentuk percepatan proses, meski saat ini skenario pendanaan dan pemilihan mitra strategis masih dalam tahap finalisasi di Danantara.
"Pemerintah ingin mengakselerasi itu. Jadi, paralel sambil mencari mitra dan menyusun skenario pendanaan di Danantara, kita lakukan groundbreaking untuk percepatan prosesnya saja," kata Turino.
Dari sisi teknis menurutnta PTBA sudah sangat siap untuk memulai pembangunan. Perusahaan juga sudah menyiapkan sejumlah hal mulai dari cadangan batu bara, lahan hingga identifikasi teknologi.
"Cadangan sudah ready, lapangan dan kawasan sudah siap, teknologi yang mau dipilih juga sudah kami identifikasi. Tapi keputusan dan investasi dan lain-lain masih di Danantara." ujarnya.
Terkait dengan mitra, PTBA sudah mengidentifikasi sejumlah negara, seperti Tiongkok, Jepang hingga Korea Selatan. Namun demikian belum diputuskan negara mana yang akan dijadikan mitra.
Baca Juga: Gasifikasi Batu Bara, Pekerjaan Rumah Tertunda Bukit Asam
"Mitranya sudah kita pilih, sudah kita identifikasi, tinggal diputuskan," ujar Turino.
Dalam proyek ini, PTBA akan berperan sebagai produsen, sementara PT Pertamina (Persero) akan bertindak sebagai pembeli siaga atau offtaker. Kemitraan tersebut saat ini pun tengah dimatangkan guna memastikan keberlanjutan DME sebagai substitusi LPG.
Sebagai tahap awal, PTBA memproyeksi target produksi sebesar 1,4 juta ton DME per tahun.
"Kami akan start dengan 1,4 juta ton DME per tahun," pungkas dia.
Berita Terkait
-
Laba Bersih PTBA Terkoreksi 42,74 Persen di Tengah Pembengkakan Beban Operasional
-
Kejagung Geledah 14 Lokasi Kasus Korupsi Batu Bara, Sita Dokumen dan Barang Elektronik
-
Kejagung Bidik Tersangka Pejabat di Kasus Korupsi Tambang Ilegal PT AKT
-
Tambang Ilegal Bertahun-tahun Terbongkar ! Kejagung Tetapkan Bos PT AKT Tersangka Korupsi Batu Bara
-
Bahlil Buka Keran Produksi Batu Bara dan Nikel Jika Harga Naik
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA
-
Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis
-
BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat
-
Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton
-
DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya
-
PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara
-
GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya
-
Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang
-
BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank
-
Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN