Cara Memesan Kereta Wisata
Kereta wisata ini sendiri punya 7 kategori, yaitu Jawa, Nusantara, Sumatera, Toraja, Bali, Imperial, dan Priority. Hanya Jawa dan Nusantara saja yang dilengkapi dengan tempat tidur. Selebihnya, fasilitas sama dengan Toraja, Sumatera, dan Bali yang dilengkapi mini bar, home theater, sofa, balkon, bagasi, ruang makan, dan toilet.
Sedangkan untuk Imperial dan Priority itu terbuka untuk umum dan bisa dipesan secara online, karena gerbangnya selalu masuk satu rangkaian dengan kereta jarak jauh pada umumnya. Tempat duduknya juga seperti kereta penumpang pada umumnya, namun dengan fasilitas yang cukup nyaman.
Soal biaya, bergantung pada jenis kereta dan seberapa jauh jarak yang ditempuh. Adapun jarak terdekat dengan durasi perjalanan minimal 3 jam, seperti ke Bandung dan Cirebon, dan tersedia keberangkatan dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Kisaran harga yang harus dikeluarkan berkisar Rp 19 juta hingga Rp 21 juta.
"Kalau lebih jelasnya, harga bisa datang langsung ke Stasiun Gambir lantai dasar pintu utara, di situ ada loket untuk kereta api pariwisata," jelas Meilany.
Pemesanan kereta ini tidak dibuka untuk umum, melainkan harus dipesan dalam satu grup, mengingat kereta ini adalah gerbong khusus yang menempel pada kereta reguler umum seperti Argo-Parahyangan, dan sebagainya. Jadi, tujuan bisa disesuaikan. Tapi, kereta ini tidak bisa dipesan untuk perjalanan PP atau pulang pergi.
Berada di dalam kereta wisata ini membuat kita ingin berlama-lama di dalamnya, sampai-sampai waktu 3 jam menjadi tidak terasa. Tahu-tahu saja kereta sudah sampai di tujuan. Memang, sangat sayang kalau kereta wisata itu digunakan untuk perjalanan jarak dekat. Paling ideal, kereta wisata dipesan untuk perjalanan jauh bersama keluarga ataupun teman ke kota tujuan yang cukup jauh, misalnya Jakarta - Surabaya.
Nah, perlu dicatat juga, kereta wisata ini berkapasitas 30 orang. Tapi, jika jumlah penumpang melebih 20 orang, akan ada biaya tambahan yang dikenakan.
Baca Juga: Instagenic Namun Berbahaya, Ini 2 Jalur Kereta Api Primadona Para Turis
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab