Suara.com - Bicara soal Wakatobi, aktivitas wisata seperti diving atau snorkeling pasti akan terlintas di kepala. Wajar saja, Wakatobi merupakan destinasi yang terkenal di kalangan pecinta laut dan pantai.
Salah satu pulau yang bisa disambangi kala berada di Wakatobi adalah Pulau Hoga di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi.
Pulau Hoga sebenarnya adalah gabungan dari beberapa pulau. Jika travelers datang dari Kendari atau Bau-bau, travelers harus menyeberang dengan menggunakan speedboat.
Selama ini, Pulau Hoga sendiri memang dikenal bukan cuma karena keindahan pantainya saja.
Pasalnya, selain pantai berpasir putih yang ditumbuhi pohon kelapa, Pulau Hoga juga dikenal kaya akan terumbu karang dan biota laut.
Dari pulau ini, travelers bisa menyaksikan pemandangan laut yang begitu jernih sehingga bagian dasarnya terlihat.
Belum lagi, Pulau Hoga dikenal punya 750 spesies koral warna-warni serta sekitar 80-an spesies ikan hias.
Tak heran, pulau ini pun cocok digunakan untuk snorkeling dan menyelam. Terlebih, ada sekitar 29 titik penyelaman yang bisa ditemukan di sekitar Pulau Hoga.
Selain menikmati aktivitas snorkeling dan menyelam di surga bawah laut Pulau Hoga, travelers juga bisa menginap di sini, lho.
Baca Juga: Kemenparekraf : Wakatobi Wave 2019 Digelar di 4 Lokasi
Karena suasananya yang masih alami, menginap di Pulau Hoga akan menjadi alternatif wisata yang cocok bagi Anda pencari kedamaian.
Agar suasana makin asri, penginapan-penginapan di Pulau Hoga pun kebanyakan terbuat dari bahan dasar kayu dengan suasana khas pantai.
Bagaimana? Tertarik menjadikan pulau di Wakatobi, Sulawesi Tenggara ini sebagai destinasi liburan Anda berikutnya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan