Suara.com - Nama lengkapnya Vivi Mar’i Zubedi. Ibu tiga anak ini memulai karir fesyen dari lingkaran pertemanan. Vivi sudah gemar mix and match gaya sejak remaja. Ia sudah mulai penasaran mengeksplorasi dress making selagi masih di bangku sekolah.
"Awalanya memang suka aja, mix and match baju. Saya belum tau soal bakat dan potensi yang saya miliki. Makanya saat selesai kuliah saya bekerja sebagai akuntan sesuai jurusan," ucapnya kepada Suara.com saat ditemui beberapa waktu lalu di Jakarta.
Tak pernah mengecap pendidikan soal tata busana, Vivi mengaku hanya coba-coba mendesain pakaian untuk kebutuhan sendiri. Kondisi pascamenikah membuatnya mengambil keputusan tidak lagi bekerja, hingga waktunya lebih sering dihabiskan untuk mendesain busana.
Barulah pada 2011, Vivi konsisten mendesain abaya. Busana khas Timur Tengah ini sudah jadi baju rumahan muslimah Indonesia, namun belum naik kelas sebagai fashion item.
"Waktu saya bikin abaya, banyak respon orang yang ragu. Sebab, abaya adalah pakaian khas Timur Tengah dianggap tidak cocok untuk perempuan Indonesia, katanya ribetlah. Tapi toh buktinya sekarang banyak yang suka dan diikuti," tambahnya.
Vivi Mar’i Zubedi akhirnya fokus mendesain abaya as a piece of art melalui permainan motif dan warna yang rancak. Tak main-main, ia mengambil sekolah privat untuk mempelajari pola dan desain karena ingin serius menjadi desainer. Label fashion Abaya miliknya kini menjadi salah satu yang terbaik.
Koleksi karya Vivi Zubedi pernah tiga tahun berturut-turut melenggang di New York Fashion Week, masing-masing bertajuk Makkah, Madinah, Jannah (2017), Urang Banua (2018), dan The Marrakech (2019).
Di antara semua karyanya yang pernah tampil di New York Fashion Week, ada satu yang menampilkan kritik terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kala itu Trump menjadi kontroversi karena kebijakan terhadap imigran muslim.
Vivi menampilkan koleksi Makkah, Madinah, Jannah pada 2017. Karya-karya dalam rupa hijab dan abaya adalah simbol perlawanan terhadap kebijakan presiden Amerika tersebut.
Baca Juga: Mengagumkan, Vivi Zubedi 'Sulap' Rumput Liar Jadi Tas Puluhan Juta Rupiah!
Berkiprah sebagai desainer modest fashion membuat Vivi tergarak untuk memajukan UMKM dengan memberdayakan ekonomi kreatif menurutnya memiliki potensi besar di Indonesia. Ia pun menginisiasi Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA Indonesia) bersama Bank Indonesia.
"IKRA merupakan platform yang mempertemukan para pelaku usaha syariah di sektor fesyen dan makanan-minuman halal. IKRA dibentuk untuk meningkatkan penetrasi produk unggulan usaha syariah agar mampu menembus dan bersaing di pasar global," jelasnya.
IKRA fokus pada kurasi, peningkatan kualitas, dan standarisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bentuk-bentuk kegiatannya antara lain pembekalan, pendampingan, hingga business matching dengan pangsa pasar potensial. Semuanya dalam rangka pemberdayaan UMKM sebagai sendi vital perekonimian Indonesia yang dapat berkiprah di kancah nasional, bahkan mancanegara.
Salah satu karya fashion rancangan Vivi yang berasal dari industri kreatif ialah The Purun. The Purun Label in Collaboration with Vivi Zubedi merupakan gebrakan Vivi Zubedi untuk memajukan ekonomi kreatif lokal. Vivi menggandeng pengrajin di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka Banjarbaru, sebagai kolaborator.
"Koleksi aksesori yang terdiri dari tas dan topi ini berbahan dasar purun (Lepironia articulata), tanaman sejenis rumput yang banyak ditemukan di rawa-rawa atau tanah payau. Penampang batang purun berongga-rongga seperti bambu, dan lazim digunakan untuk anyam-anyaman di beberapa wilayah Indonesia, antara lain Riau, Bangka-Belitung, Lampung, dan Banjarbaru," bebernya.
Vivi memprakarsai The Purun Label dengan membeli kerajinan purun dari tangan pengrajin, kemudian memodifikasinya. The Purun Label tercipta dengan landasan conscious fashion yang tidak hanya tampak stylish tapi juga memberdayakan manusia serta peduli keberlanjutan lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Lengkap! Jadwal Menu Buka Puasa dan Sahur Gratis di Masjid Kampus UGM Selama Ramadan
-
Jejak Pendidikan Alex Noerdin: Pernah Ikut Program Harvard hingga Kena Kasus Korupsi
-
Parfum Siang vs Malam: Beda Waktu, Beda Aura, Beda Karakter Wangi
-
10 Link Daftar Mudik Gratis Lebaran 2026 Terbaru Masih Buka, Buruan Daftar Kuota Terbatas
-
Promo Superindo Kue Kaleng Lebaran 2026, Diskon Gede-Gedean Harga Mulai Rp19 Ribuan
-
4 Rekomendasi Sepeda Listrik di Bawah Rp5 Juta yang Ramah Lingkungan
-
Europe Enchanting Best Sellers 2026: Produk Kamar Mandi & Dapur yang Paling Banyak Dipilih
-
Cek Harga Tiket Bus Sinar Jaya Lebaran 2026 dan Rutenya, Pelayanan Elite Tetap Irit
-
Bagaimana Cara Memilih Ukuran Sepeda Lipat? Ini 5 Rekomendasi untuk Orang Dewasa
-
5 Body Lotion Vaseline untuk Kulit Kering agar Tetap Lembap selama Puasa Seharian