Suara.com - Entah apa yang ada di benak Aroussiak Gabrielian, seorang desainer sekaligus profesor arsitektur dari University of Southern California, Amerika Serikat. Ia menciptakan sebuah karya seni berupa rompi yang terbuat dari tanaman hidup.
Rompi yang dapat dikenakan layaknya pakaian ini diberi nama Habitat Posthuman dan terinspirasi dari taman vertikal yang dibuat ahli botani asal Prancis, Patrick Blanc.
Rompi tersebut dilapisi kain penahan kelembapan yang menjadi tempat untuk menanam benih sayuran.
Butuh waktu sekitar dua minggu agar benih-benih tumbuh dan kecambah muncul menghiasi rompi, dan rompi pun tampak artistik untuk dikenakan.
Yang tak kalah unik, Gabrielian juga memperkenalkan konsep irigasi di mana air urin pemakai rompi bisa menjadi sumber air bagi tanaman di rompi tersebut.
Dengan karyanya ini, Gabrielian berharap dapat menciptakan kebun sayur yang dapat dikenakan dan dapat menampung puluhan tanaman berbeda yang tumbuh karena dialiri urin pemakainya sendiri.
Berbicara dalam acara As It Happens, Gabrielian mengaku telah bereksperimen dengan 22 tanaman berbeda termasuk kol, lobak, bahkan stroberi dan kacang. Rompi tanaman hidupnya pun dapat memberikan nuansa warna-warni serta bebauan tumbuhan yang berbeda.
Kata Gabrielian, proyek ini terinspirasi oleh pertanyaan seorang arsitek tentang masa depan di mana tanah dan sumber air akan habis dan manusia tidak memiliki tempat untuk bercocok tanam lagi.
"Saya kira limbah manusia juga bisa digunakan. Idenya adalah bahwa urin manusia akan ditangkap melalui kateter yang disaring melalui proses yang disebut forward osmosis, yang dikembangkan oleh teknologi NASA yang saat ini digunakan di ruang angkasa, dan dikirim ke tanaman sebagai irigasi," katanya seperti dilansir dari Oddity Central.
Baca Juga: Pohon Natal Berhias Tanaman Sayuran Hadirkan Go Green di Gereja Santa Maria
Kata Gabrielian, rompi yang ia ciptakan akan cukup berat saat dikenakan, terlebih jika buah-buahannya sudah tumbuh. Namun kelembapan yang dihadirkan akan benar-benar terasa di tubuh.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size
-
3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy
-
Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
-
3 Pilihan Sepatu Lari Brodo: Kualitas Jempolan, Cocok untuk Pemula hingga Profesional
-
Apa Itu Projection dalam Parfum? 3 Merek Lokal Ini Aromanya Tercium hingga 2 Meter
-
Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Ini Tanggal, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
-
5 Lipstik Matte yang Dipuji Gak Bikin Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Kapan Hari Ayah di Indonesia? Beda dengan Tanggal Internasional, Ketahui Sejarahnya
-
Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya
-
Apa Itu Sillage Parfum? Ini 4 Rekomendasi Lokal yang Wanginya Semerbak saat Lewat