Lifestyle / Komunitas
Rabu, 01 Januari 2020 | 11:02 WIB
Rompi Terbuat dari Tanaman Hidup. (Oddity Central/Aroussiak Gabrielian)

Suara.com - Entah apa yang ada di benak Aroussiak Gabrielian, seorang desainer sekaligus profesor arsitektur dari University of Southern California, Amerika Serikat. Ia menciptakan sebuah karya seni berupa rompi yang terbuat dari tanaman hidup.

Rompi yang dapat dikenakan layaknya pakaian ini diberi nama Habitat Posthuman dan terinspirasi dari taman vertikal yang dibuat ahli botani asal Prancis, Patrick Blanc.

Rompi tersebut dilapisi kain penahan kelembapan yang menjadi tempat untuk menanam benih sayuran.

Butuh waktu sekitar dua minggu agar benih-benih tumbuh dan kecambah muncul menghiasi rompi, dan rompi pun tampak artistik untuk dikenakan.

Yang tak kalah unik, Gabrielian juga memperkenalkan konsep irigasi di mana air urin pemakai rompi bisa menjadi sumber air bagi tanaman di rompi tersebut.

Dengan karyanya ini, Gabrielian berharap dapat menciptakan kebun sayur yang dapat dikenakan dan dapat menampung puluhan tanaman berbeda yang tumbuh karena dialiri urin pemakainya sendiri.

Rompi Terbuat dari Tanaman Hidup. (Oddity Central/Aroussiak Gabrielian)

Berbicara dalam acara As It Happens, Gabrielian mengaku telah bereksperimen dengan 22 tanaman berbeda termasuk kol, lobak, bahkan stroberi dan kacang. Rompi tanaman hidupnya pun dapat memberikan nuansa warna-warni serta bebauan tumbuhan yang berbeda.

Kata Gabrielian, proyek ini terinspirasi oleh pertanyaan seorang arsitek tentang masa depan di mana tanah dan sumber air akan habis dan manusia tidak memiliki tempat untuk bercocok tanam lagi.

"Saya kira limbah manusia juga bisa digunakan. Idenya adalah bahwa urin manusia akan ditangkap melalui kateter yang disaring melalui proses yang disebut forward osmosis, yang dikembangkan oleh teknologi NASA yang saat ini digunakan di ruang angkasa, dan dikirim ke tanaman sebagai irigasi," katanya seperti dilansir dari Oddity Central.

Baca Juga: Pohon Natal Berhias Tanaman Sayuran Hadirkan Go Green di Gereja Santa Maria

Kata Gabrielian, rompi yang ia ciptakan akan cukup berat saat dikenakan, terlebih jika buah-buahannya sudah tumbuh. Namun kelembapan yang dihadirkan akan benar-benar terasa di tubuh.

Load More