3. Memenuhi keingintahuan di Museum Misteri Alam
Museum ini adalah hasil dari impian seniman dan ilustrator Bruce Mahalski yang berisi koleksi tengkorak, tulang, seni etnologis dan benda-benda budaya unik yang telah dikumpulkan Bruce selama hidupnya. Dari sekarang hingga akhir Januari 2020, museum ini mengadakan pameran untuk pahatan-pahatan mengagumkan yang terbuat dari tulang, tanduk rusa, gigi paus, dan kayu lignum vitae buatan pemahat piawai yang berasal dari Dunedin, Pav Pawlowicz.
4. Berkontribusi untuk pelestarian binatang di konservasi penguin biru, Semenanjung Otago
New Zealand disebut sebagai ‘kerajaan penguin’ dengan jumlah spesies dan kesempatan untuk bertemu dengan penguin terbanyak di dunia. Penguin biru kecil yang mungil menggemaskan tapi terancam punah ini adalah pusat perhatian di Kaitiaki Tautoko, pusat konservasi fauna yang menawarkan pengalaman berpartisipasi aktif. Di Blue Penguins Pukekura yang terletak di semenanjung Otago, kamu bisa mengikuti ilmuwan penguin dalam usaha di balik layar mereka untuk menyelamatkan populasi spesies burung ini. Kaitiaki adalah bahasa Mori yang berarti ‘mendukung dan menjaga’.
5. Berlayar ke masa lampau bersama Waka Adventures Tairawhiti, Eastland
Kamu bisa merasakan budaya Mori serta masa jaya pelayaran dan navigasi lampau bersama pelaut ulung Te Aturangi Nepia-Clamp, yang telah berlayar melewati Samudra Pasifik berkali-kali. Memulai pelayaran di Gisborne, Tairwhiti adalah waka hourua - kapal Polinesia dengan dua lambung kapal dan panjang 22 m. Versi modern dari kapal ini terbuat dari kaca fiber dan kayu, serta ditenagai minyak kelapa, diesel, dan sinar matahari.
6. Keliling Kota Auckland bersama Aucky Walky
Bersama Aucky Walky, kamu bisa berjalan keliling kota Auckland dalam grup kecil atau privat bersama pemandu profesional untuk menemukan legenda, monumen, makanan lokal, dan tempat-tempat tersembunyi di kota tersebut. Saat kamu menelusuri jalan-jalan kecil atau menaiki bis umum, kamu akan mendengarkan cerita seru tentang kota ini dan dibawa ke tempat makanan terbaik di sekitar kota. Tur berjalan Aucky Walky ini bahkan mendapat nilai sangat baik di situs Trip Advisor.
Bisa uji nyali di ayunan tertinggi di dunia...
Baca Juga: 4 Cara Menikmati Makanan Lezat Sembari Peduli Lingkungan di Selandia Baru
7. Berteriak kencang saat melompat di Nevis Swing
Cobalah pengalaman pemicu adrenalin bernama Nevis Swing, salah satu ayunan tertinggi dan terbesar di dunia. Ayunan ini terletak tidak jauh dari kota Queenstown, di mana kamu akan didorong sejauh 150 m melewati jurang yang dalam sebelum jatuh ke dasar lembah dalam waktu 1,5 detik dengan kecepatan hampir 100 km per jam! Wow!
8. Membuat tato Mori
Tato suku Mori, t moko, bukan hanya tinta di atas kulit. Tato ini menggambarkan koneksi antara diri dengan keluarga, tanah air, sejarah, atau aspek kehidupan lainnya. Kalau kamu ingin membuat tato asli Mori, kamu bisa mengunjungi Studio T Moko di kota Rotorua, Pulau Utara. Proses pembuatan tato dimulai dari obrolan (korero) bersama salah satu artis t moko yang akan menggambar tato berdasarkan kepribadianmu. Butuh kepercayaan yang besar antara kamu dan artis tato tersebut karena kamu tidak bisa melihat desain yang akan dibuat di kulit kamu sebelumnya. Menurut studio ini, makna dari tato Mori adalah 'mendapatkan apa yang pantas didapatkan'.
9. Hidup seperti penduduk lokal bersama Ahika Journeys
Ahika Journeys menawarkan pengalaman menginap di rumah petani lokal New Zealand. Tuan rumah adalah keluarga petani, pekebun, dan peternak yang akan menerima kamu dengan tangan terbuka di rumah mereka. Kamu akan dibawa untuk mencoba berbagai kegiatan menarik seperti tur makanan. Selain itu, kamu juga akan belajar tentang ‘regenerasi agrikultur’ dan bagaimana penduduk lokal ini berkontribusi ke ekosistem sehat.
10. Staycation dengan prinsip keberlanjutan di Night Sky Cottage
Keberlanjutan adalah fokus utama dari pembuatan tempat peristirahatan mewah dan ramah lingkungan, Night Sky Cottage Ruapehu. Penginapan ini memiliki peraturan tanpa sampah, mengumpulkan air sendiri, memproses air limbah di tempat, dan membuat pupuk dari sisa makanan. Demi meningkatkan komitmen terhadap keberlanjutan, pemilik dari akomodasi ini juga membuat (dan mendaur ulang) lilin, pemantik api, dan sabun yang disediakan untuk pengunjung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Apakah Air Cooler Bisa Dingin Seperti AC? Coba 8 Cara Ini Agar Pendinginan Maksimal
-
Body Mask dan Lulur Apa Bedanya? Pahami sebelum Mulai Perawatan Tubuh
-
Bersiap IPO, Produk Rans Food Jadi Sorotan: Sepi Peminat hingga Stok Sering Kosong
-
Promo Skincare Viva Juli 2026, Cek Cara Klaim dan Daftar Produk yang Diskon Besar
-
5 Perbedaan Tone Up Cream dan Tone Up Sunscreen yang Sering Bikin Keliru
-
Siapa Owner Teazzi Indonesia? Tuai Kritik karena Kolaborasi dengan Nagita Slavina
-
Pet Lovers Merapat! Pameran Ini Hadirkan Ragam Aktivitas Edukasi hingga Kebutuhan Hewan Peliharaan
-
Air Cooler Tidak Dingin? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya agar Kembali Sejuk
-
4 Rekomendasi Body Butter Lokal yang Efektif Melembapkan, Lengkap dengan Review Pembeli
-
Kacamata yang Bagus Merk Apa? Ini 9 Pilihan Branded yang Bikin Penampilanmu Naik Kelas