Suara.com - Unik, 5 Ritual Sebelum Pementasan Wayang Potehi saat Imlek
Saat perayaan Imlek, wayang potehi banyak dipentaskan di berbagai lokasi keramaian untuk menambah semarak hari raya. Wayang ini memang khas tanah Tiongkok, China yang dibawa para pendatang ke Indonesia.
Karena masuk ke Nusantara, wayang ini akhirnya membaur dan jadi salah satu kesenian tradisional Indonesia. Bahkan beberapa dalangnya adalah asli masyarakat Indonesia.
Nah seperti selayaknya pementasan, wayang potehi ini juga punya tradisi atau ritual unik yang harus dilakukan sebelum pementasan. Ataupun pantangan yang tidak boleh dilakukan selama pementasan. Apa saja itu?
Beberapa waktu lalu, Sugiyo Waluyo atau yang akrab disapa Dalang Subur menjelaskan ritual dan pantangan selama pementasan wayang potehi. Ritual ini sudah dipertahankan dari generasi ke generasi dunia pedalangan wayang potehi.
"Saya rasa semua pertunjukkan wayang, baik wayang kulit maupun wayang potehi, wayang golek pasti ada ritual. Kalau mau main itu pasti, cuman cara kita lain. Kalau saya mengikuti, bukan saya mengada-ada, saya mengikuti senior saya dulu," ujar Dalang Subur di Mal Ciputra, Jakarta Barat beberapa waktu lalu.
1. Membakar kimcoa
Sesaat sebelum tampil, para dalang harus membakar kimcoa yang nanti dikibarkan hingga padam ke ruangan dalang tempat pementasan. Kimcoa sendiri berarti kertas emas yang dibakar dalam ritual yang dikenal jinzhi atau sebagai uang arwah atau uang untuk orang yang sudah meninggal.
Baca Juga: Barongsai dan Wayang Potehi Meriahkan Imlek di Mal Ciputra Jakarta
"Kalau menurut beliau-beliau yang dulu kita itu izin, daerah ini pasti ada kita minta izin sama 'energi yang punya wilayah'," jelas Dalang Subur.
2. Memasang kain 5 warna
Tidak harus berkain besar, cukup ada 5 kain kecil yang dijepit atau diletakkan di lokasi pementasan. Meski ia tidak tahu maksudnya, ini sudah dilakukan turun temurun para dalang wayang potehi. Warna apapun boleh yang terpenting berbeda.
"Kita harus mamasang kain 5 warna. Itu sebetulnya harus kain 5 warna, itu harus ada. Warnanya bebas, tapi harus 5 warna, ngikutin aja," ungkapnya.
Ingin tahu ritual wayang potehi lainnya? Simak di halaman selanjutnya ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana