Suara.com - Di Tengah Wabah Corona Covid-19, Pasar Tomohon Setia Jual Daging Kelelawar
Virus Corona Covid-19 mewabah di seluruh dunia, termasuk Eropa dan Amerika Serikat. Virus yang bermula di kota Wuhan, China, ini diperkirakan sudah menginfeksi lebih dari 114 ribu orang, dengan 3 ribu di antaranya meninggal dunia.
Konsumsi daging kelelawar dan daging ular disebut-sebut menjadi awal mula merebahknya penyakit ini. Sebab, investigasi WHO mengatakan pasar daging dan seafood di Wuhan sebagai ground zero alias titik awal penyebaran penyakit.
Indonesia pun sudah mengonfirmasi adanya 27 pasien positif virus Corona Covid-19. Tak pelak, hal ini menimbulkan kekhawatiran terutara di Tomohon, Sulawesi Utara, yang memiliki pasar ekstrem yang juga menjual daging kelelawar dan ular.
Dilansir VOA Indonesia, aktivitas perdagangan daging ular dan kelelawar di pasar ekstrem Tomohon, Sulawesi Utara masih berlangsung meskipun mengalami penurunan tingkat penjualan hingga 50 persen. Para pedagang maupun pembeli yang ditemui VOA di pasar ekstrem Tomohon menyebutkan bila dimasak dengan baik maka daging kelelawar maupun ular itu akan bebas dari penyakit.
Pasar ekstrem yang menjual daging hewan kelelawar, ular dan tikus di kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara tetap beraktivitas seperti biasa. Sejumlah pedagang yang ditemui VOA di pasar itu pada Selasa, 10 Maret 2020 mengaku kegiatan jual beli di pasar itu tetap berlangsung seperti biasa meskipun diakui ada penurunan penjualan.
Pasar ekstrem berada di salah satu bangunan Pasar Beriman Tomohon yang juga menjual berbagai komoditi hasil pertanian, ikan air tawar, ikan laut hingga barang barang kebutuhan rumah tangga. Pasar Beriman Tomohon memiliki luas 1,5 hektar yang menjadi sumber mata pencaharian bagi seribu pedagang. Selain daging kelelawar dan ular, pasar itu juga menjual daging babi hutan, dan anjing.
Roy (41) penjual daging kelelawar yang dalam bahasa daerah setempat disebut Paniki, meyakini daging kelelawar itu bersih dari penyakit khususnya virus corona. Aktivitas mengkonsumsi daging kelelawar sudah lama menjadi hal yang biasa untuk warga setempat.
"Kalau mau bilang virus yang ada mau datang di sini, belum pernah ada selama kita hidup di Minahasa sini, kalau memang ada, sudah dari dulu torang pe orang tua so mati," kata Roy.
Baca Juga: WNI Positif Corona Naik Jadi 19 Orang, Istana: Jangan Panik, Bukan Wuhan
Pasokan kelelawar itu diperolehnya dari Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Daging kelelawar itu dijual dalam kondisi sudah dipanggang dengan harga 50 ribu rupiah per kilogramnya.
Meskipun terjadi penurunan penjualan daging kelelawar di pasar ekstrem tersebut, menurutnya adalah hal yang biasa terjadi pada periode Januari sampai Maret. Tingkat penjualan tertinggi biasanya terjadi menjelang hari raya Paskah, Natal dan Tahun Baru.
Pedagang lainnya, Moses (53), menjelaskan cara pengolahan daging kelelawar maupun ular yang di masak berkali-kali membuat makanan daging kelelawar maupun ular bebas penyakit. Hal itu sudah dilakukan oleh orang tua mereka sejak lama, dan hingga kini belum pernah ada dalam keluarga mereka yang jatuh sakit karena makanan itu.
"Cara masak, kita kan tiga kali bakar ini baru terakhir kita bikin dengan santan, tiga kali masak. Masak lama-lama bisa sampai empat jam yang terakhir. Begitu lagi ular, sama," ungkap Moses yang sudah berjualan di pasar ekstrem itu dalam 25 tahun terakhir.
Jemy seorang tukang bangunan yang hari itu datang membeli satu kilo daging kelelawar di pasar ekstrem, mengatakan sejauh ini belum ada kasus corona di wilayah itu sehingga ia tidak khawatir untuk tetap mengkonsumsi daging kelelawar. Daging kelelawar yang dibeli dalam kondisi sudah dipanggang itu menurutnya akan direbus kembali agar dagingnya yang keras menjadi empuk. Setelah direbus baru kemudian dimasak dengan campuran bumbu untuk dikonsumsi.
"Oh, tidak ada kekhawatiran dengan virus corona karena di daerah sini belum pernah kedengaran virus corona dan masyarakat di sini sudah terbiasa dengan konsumsi daging kelelawar," ungkap Jemy.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
Cara Cerdas Menyetok Ulang Kebutuhan Rumah Pasca Lebaran
-
Berapa Harga Parfum Dior Ori? Ini 5 Varian Berkelas dengan Harga Lebih Terjangkau
-
Moisturizer Panthenol yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya
-
Apa Bedanya Tone Up Sunscreen dan Tinted Sunscreen? Ini 5 Rekomendasinya
-
Daftar Tanggal Merah April 2026: Cek Jadwal Libur Nasional dan Long Weekend
-
Lagi Tren Login Muhammadiyah, Ini 6 Keuntungan Punya Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah
-
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
-
Doa Halal Bihalal Kantor, Lengkap dengan Susunan Acara yang Formal dan Khidmat
-
5 Face Mist Anti Sumuk untuk Segarkan Wajah saat Cuaca Panas, Lembap Tanpa Rasa Lengket
-
WFH 1 Hari Sepekan Usai Lebaran, Benarkah Hanya untuk ASN? Simak 5 Faktanya