Suara.com - Social distancing atau jaga jarak sosial yang diterapkan oleh pemerintah disikapi beragam oleh masyarakat. Salah satunya adalah rasa takut 'terkungkung' di dalam rumah atau membatasi interaksi dalam waktu yang cukup lama sehingga mampu membuat stres.
Agar menjadi lebih positif dalam menjalani social distancing, Veronica Adesla, psikolog dari Personal Growth mengatakan selalu ada hal yang dapat dinikmati dari kondisi yang berbeda.
"Social distancing dapat membuat kita lebih aware (sadar peka peduli) dengan hal-hal penting berharga bermakna yang seringkali luput dari perhatian kita ketika kita dalam kondisi sibuk di rutinitas keseharian," kata Vero, sapaannya, saat berbincang dengan Suara.com melalui pesan singkat, Selasa (17/3/2020).
Seperti misalnya punya waktu lebih untuk mengenal anak-anak, atau menyadari indahnya suasana di rumah, atau malah menyadari harus berbenah rumah.
Selain itu kita juga dapat mengeksplor berbagai hal positif dan kreatif yang dapat dilakukan dalam kondisi ini.
"Seperti misalnya menata satu tempat di rumah untuk bekerja, membuat jadwal hangout online, belajar hal baru, seperti menggunakan cloud untuk bekerja bersama, dan sebagainya," sambung Vero.
Dihubungi terpisah, psikolog klinis dari Sanatorium Dharmawangsa, Liza Marielly Djaprie, mengatakan tips terbaik adalah untuk menjalani dan mematuhi peraturan apa yang ada sekarang.
"Makin dilawan-awan, makin kesal aja gitu rasanya. Jadi jalanin aja, kita harus belajar untuk lebih fleksibel," kata Liza kepada Suara.com, Selasa (17/3/2020).
Ia yakin bahwa kondisi sekarang ini tidak semua orang mau, namun Liza menyebut ini adalah kepentingan bernegara, jadi mau tidak mau kita harus bekerja sama.
Baca Juga: Mahasiswa Asal Jakarta Kost di Bogor Positif Corona, Tertular dari Bapaknya
"Pada akhir hari, kita adalah mahluk sosial. Kita adalah warga negara Indonesia di mana mau nggak mau sebagai mahluk sosial kita harus mematuhi peraturan yang sedang berjalan, saat ini dalam kondisi yang seperti ini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Lebih dari Modal Usaha, PNM Bantu Mimpi Anak Nasabah Lewat Bantuan Pendidikan
-
IM3 Tak Lagi Jual Koneksi Saja, Airena Kreatif Bawa AI dan Adobe ke Bisnis Kreator hingga UMKM
-
Dor! Akhir Pelarian Begal Sadis Lampung Utara yang Tembak Perut Pelajar
-
18 Kode Redeem FC Mobile Aktif 29 Agustus 2026, Kesempatan Dapat Pemain OVR 118 dan Koin Gratis
-
Nenek Suhaena Ditemukan Hangus Terbakar di Ladang Sunyi Sumenep
-
7 Cara Membersihkan Inner Pot Keramik Rice Cooker agar Awet, Jangan Asal Cuci
-
Sabtu Pagi Berselimut Polusi, Jakarta Kembali Masuk Daftar Kota dengan Udara Terburuk Dunia
-
Saatnya Ganti Provider agar Dunia dalam Genggaman
-
20 Kode Redeem FF Terbaru 29 Agustus 2026: Klaim Skin Langka dan Diamond Gratis
-
Pasca-Penggerudukan, Pihak Yayasan SDI Pembangunan Pamulang Laporkan Rektor UIN Jakarta ke Polisi