Suara.com - Putus Rantai Corona, Hong Kong Akan Tangguhkan Penjualan Minuman Keras
Hong Kong mempertimbangkan untuk menangguhkan penjualan minuman keras di beberapa tempat. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penularan virus Corona Covid-19.
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan, pemerintah berencana untuk menangguhkan penjualan minuman beralkohol di lebih dari 8.000 bar dan restoran.
Dilansir Antara dari Reuters, Lam yang emosional mengatakan banyak orang melepas masker mereka di bar dan bahkan melakukan tindakan intim ketika mereka mabuk, yang meningkatkan risiko infeksi silang.
"Jadi, kami akan mengusulkan, karena ini memerlukan persetujuan legislatif, sekitar 8.600 restoran, bar dan klub dengan lisensi minuman keras untuk sementara waktu menangguhkan penjualan alkohol dengan mengubah undang-undang," kata Lam, yang mengenakan masker wajah.
"Kami sedang menyelidiki langkah-langkah lebih lanjut yang dapat kami lakukan daripada menutup restoran sepenuhnya karena kami tahu banyak penduduk Hong Kong tidak memasak di rumah dan sering makan di luar," tuturnya.
Minuman beralkohol akan tersedia di supermarket dan toko serba ada di seluruh kota.
Pemerintah kota mengumumkan 39 kasus baru corona pada Senin, 30 di antaranya memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini, sehingga jumlah total menjadi 357 kasus. Empat orang telah meninggal karena penyakit ini di Hong Kong.
Keputusan itu dilakukan dua hari setelah pemerintah memperingatkan lonjakan jumlah orang yang kembali dari wilayah yang terinfeksi virus corona yang dapat menyebabkan wabah besar komunitas.
Baca Juga: Benarkah Ciu dan Minuman Beralkohol Bisa Digunakan Sebagai Hand Sanitizer?
Larangan kedatangan wisatawan akan berlangsung selama 14 hari sejak Rabu, dengan pengunjung dari China daratan, Makau dan Taiwan yang telah melakukan perjalanan ke tempat lain baru-baru ini, juga tunduk pada pembatasan.
Pada Minggu malam, Hong Kong mengatakan sedang menyelidiki 41 kasus orang yang melanggar karantina, termasuk lima orang yang berpeluang dituntut. Dua orang telah melepas atau memotong gelang elektronik yang digunakan untuk melacak orang, kata pemerintah.
Hong Kong minggu lalu mulai menggunakan gelang elektronik yang terhubung ke aplikasi sebagai bagian dari upayanya untuk menegakkan karantina. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Lari 100 Meter Naik Level: Dari Olahraga Jadi Hiburan Seru Bagi Anak Muda
-
7 Blush On Terbaik untuk Makeup Merona dan Awet Sepanjang Hari
-
Raditya Dika dan Aldi Taher Bahas Skincare Pria, Tren Gentle Power Jadi Andalan Cowok Modern
-
Ramadan Bikin Belanja Online Makin Ngebut, Tren Cashback Jadi Andalan Pengguna
-
Apa Perbedaan Cushion dan Foundation? Pastikan Tahu 7 Hal Ini
-
Terpopuler: Link Pengumuman SNBP 2026, Shio Paling Beruntung Pekan Ini
-
5 Rekomendasi Smartband Murah untuk Olahraga, Fitur Lengkap Mulai Rp200 Ribuan
-
5 Parfum Vanilla yang Aromanya Tidak Bikin Pusing, Elegan untuk Berbagai Aktivitas
-
Fakta dan Makna Paskah, Lengkap dengan Alasan Tanggal Peringatannya Selalu Berubah
-
4 Zodiak Paling Beruntung pada April 2026, Rezeki Diprediksi Makin Berlimpah