Suara.com - Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi segala aspek kehidupan. Dalam hal kesehatan, ternyata kulit Anda pun terkena imbasnya gara-gara terlalu lama di rumah aja. Alih-alih mulus dan bersih, pernahkah Anda memperhatikan bahwa kulit malah jadi lebih mudah berjerawat? Padahal Anda jarang terkena polusi dan memakai riasan karena selalu di dalam rumah.
Dokter kulit di Urban Retreat, Dr. Luca Russo, menyebut hal itu bisa terjadi karena diakibatkan beberapa faktor.
"Ini mungkin berkaitan dengan apa yang terjadi di dalam tubuh dan apa yang Anda makan," kata Dr. Russo seperti dilansir dari laman Express.
Russo memaparkan beberapa penyebab wajah berjerawat selama berada di rumah:
1. Stres
Russo mengatakan, penyebab paling mungkin dari timbulnya jerawat adalah stres. "Selama masa yang tidak pasti dan penuh tekanan seperti itu, sistem tubuh berupaya meningkatkan produksi kortisol," jelasnya.
Kortisol adalah hormon androgenik yang dilepaskan ketika kita menghadapi tantangan yang tidak biasa dan bersiap untuk 'bertarung'.
"Namun, itu juga akan meningkatkan kadar gula dalam aliran darah dan produksi sebum yang mungkin menjadi penyebab," tambahnya.
2. Jarang olahraga
Baca Juga: Menakjubkan, Ekstrak Chamomile Mampu Usir Jerawat dan Bikin Wajah Kinclong
Untuk mencegah jerawat yang berasal dari tingkat stres yang tinggi, Anda harus menenangkan diri. Russo merekomendasikan lakukan aktivitas yang memungkinkan Anda untuk beristirahat dan melepas lelah, seperti yoga.
Dia juga menyarankan untuk berolahraga secara teratur. Jadi, inilah saatnya untuk mulai memanfaatkan jalan kaki, bersepeda, atau lari yang masih diperbolehkan pemerintah.
Jika Anda benci berolahraga, jangan khawatir, penangkal tingkat kortisol tinggi tidak harus bersifat fisik. Tertawa, tidur nyenyak di malam hari, atau melatih hobi favorit adalah pilihan efektif. Berendam di bak mandi dan melakukan masker wajah dapat membantu Anda merasa lebih bisa mengendalikan kulit Anda. Cara ini dapat menyebabkan penurunan produksi minyak dan jerawat.
3. Makanan
Sebagian besar orang mungkin membeli makanan manis dan makanan ringan asin untuk menghibur diri saat menghadapi COVID-19.
"Selama karantina, makanan menjadi salah satu dari beberapa titik fokus. Lebih baik banyak konsumsi makanan yang menenangkan," kata Russo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP
-
5 Pilihan Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Praktis dan Nyaman Dipakai Sehari-hari
-
5 Rekomendasi Body Mist Wanita Tahan Lama, Wangi Fresh dan Soft Dipakai Seharian
-
Art Jakarta Gardens 2026 Pekan Seni Ruang Terbuka Resmi Dibuka
-
Promo Superindo Hari Ini 8 Mei 2026, Banjir Diskon Mi Instan dan Susu
-
7 Parfum Aroma Powdery yang Lembut Kayak Wangi Bayi, Mulai Rp30 Ribuan
-
Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI
-
Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman
-
Makan Enak Tak Harus Mahal, Kini Menu Favorit McDonald's Hadir Mulai Rp 20 Ribuan
-
Berapa Lama Daging Kurban Tahan di Kulkas? Jangan Asal Simpan agar Tidak Cepat Busuk!