Suara.com - Di masa pandemi Covid-19 ini, sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi banyak sayuran. Tapi, bagaimana caranya supaya bisa mengonsumsi sayuran setiap hari meski akses untuk belanja sedikit sulit? Kenapa tidak coba mengawetkan sayuran saja sebagai stok?
Dokter Speslis Gizi Klinik Raissa Djuanda mengatakan bahwa sayuran bisa diawetkan dengan teknik rebus. Cara ini bisa membuat sayuran tahan hingga 2 bulan, lho.
"Selama pandemi, makanan sehat dari bahan segar sekarang susah untuk belanja, atau stok bahan segar takut rusak. Kita bisa sebenarnya sayur buah simpan di freezer bisa sampai 2 bulan," ujar dr. Raissa kepada awak media, Kamis (16/4/2020).
Ia menjelaskan langkahnya cukup dengan membersihkan sayuran seperti jagung, kacang polong, dan wortel. Rebus setengah matang, lalu berikan es batu agar suhu panas usai direbus hilang.
Kemudian potong-potong sayuran sesuai keinginan, setelahnya masukkan sayur ke dalam wadah bertutup dan simpan di freezer. Lalu sesekali bisa diambil secukupnya sesuai kebutuhan harian.
Dr. Raissa mengakui proses pembekuan sayur akan mempengaruhi kadar nutrisi di dalamnya. Tapi bukan berarti berkurang banyak, dan dipastikan lebih baik daripada makanan cepat saji yang digoreng setiap hari.
"Dibekukan pasti ada nutrisi yang berkurang, tapi belum tentu yang berkurang itu banyak. Hanya sedikit saja sayur dan buah. Masih dibilang makanan sehat dibandingkan makanan kemasan lainnya yang sudah banyak tambahan pengawet atau zat pewarna," paparnya.
Lalu, berapa lama waktu simpan sayuran beku ini? Pastikan saja Anda tidak terlalu lama menyimpannya, karena meski tidak basi, tapi bisa menurunkan kadar nutrisinya. Intinya, jangan sampai lebih dari 2 bulan.
"Jangka waktu penting, disimpan terlalu lama konsumsi lebih dari dua bulan itu mungkin belum basi, tapi yang berkurang nutrisinya sudah semakin banyak dibanding dalam dua minggu habis," tutupnya.
Baca Juga: Covid-19, UMG Idealab Sediakan APD, Telemedisin, Sayuran Murah
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono