Suara.com - Sedang Tren Rambut Model Virus Corona Covid-19, Bagaimana Bentuknya?
Lima bulan sudah masyarakat diselimuti informasi mengenai virus corona Covid-19. Bnayak hal maupun tren kini dikaitkan dengan virus corona jenis baru tersebut.
Jika sebelumnya kita dihebohkan dengan burger, helm, hingga topeng bertema virus corona, kali ini kembali viral model rambut berbentuk virus corona.
Diwartakan laman Odditycentral, Selasa (12/5/2020) model rambut ini viral di hadir di sebuah perkampungan Kiberia, Kenya.
Model ini dibuat oleh penata rambut di kampung tersebut dengan modal seadanya dan keadaan yang serba sulit.
Model rambut ini jadi cara para penata rambut bisa bertahan dengan jumlah pelanggan yang semakin sedikit, tapi di sisi lain mereka harus segera menemukan solusi di tengah pandemi sepeti saat ini.
Dibenarkan jika model rambut yang disebut-sebut mirip dengan wujud asli virus corona dari mikrosop ini bukanlah gaya rambut yang sedang populer. Mengingat ongkos potong rambut hanya 1 dollar atau setara Rp 16 ribu. Gaya ini bisa menjadi pilihan bagi para pelanggan yang sedang kekurangan uang.
"Gaya rambut ini jauh lebih terjangkau bagi orang-orang seperti saya yang tidak mampu membayar untuk gaya rambut yang lebih mahal yang sedang menjadi tren. Namun kami juga ingin anak-anak kami tampil dengan gaya," ujar seorang ibu di Kiberia.
Untuk membuat model ini penata rambut pertama-tama akan membagi rambut pelanggan jadi ikatan berjumlag belasan. Kemudian kuciran itu akan diputar dan diikat dengan benang hitam tebal, tapi tidak menggunakan karet.
Baca Juga: Puskesmas Disebut Sering Beli Alat Kesehatan yang Tak Sesuai Kebutuhan
Di sisi lain model rambut lain yang lebih populer di Kiberia dihargai 3 sampai 5 dollar atau setara Rp 48 ribu hingga Rp 80 ribu. Selain lebih murah model rambut virus corona ini bisa menyadarkan orang tentang bahaya virus satu ini.
"Beberapa orang dewasa tidak percaya bahwa virus corona itu nyata. Tapi kebanyakan anak-anak tampak bersemangat membersihkan tangan dan memakai masker. Tapi banyak orang dewasa tidak melakukannya. Itulah sebabnya kami menemukan gaya rambut corona," kata Sharon Refa selaku salah seorang penata rambut.
Sekadar informasi, di Kenya gaya rambut ini pada dasarnya sudah ada lebih dulu selama bertahun-tahun dibawa warga negara Brazil dan China, tapi itu sudah kuno. Lalu, uniknya pandemi virus corona membawa kembali model rambut ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Apa Pekerjaan Dede Sunandar Sekarang? Geger Ngaku KDRT Istri
-
5 Spray Penghilang Noda Baju Instan Tanpa Bilas dan Tak Merusak Kain
-
5 Cara Memilih Parfum Wanita Sesuai Kepribadian agar Wangi Terasa Lebih Melekat
-
Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun, Berapa Harta Nadiem Makarim?
-
Kapan Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan?
-
5 Zodiak Diprediksi Bernasib Baik pada 14 Mei 2026, Keuangan Stabil hingga Asmara Membaik
-
6 Bedak Lokal High Coverage untuk Kulit Kendur, Makeup Jadi Halus dan Tampak Muda
-
Profil Franka Franklin, Istri Nadiem Makarim Jadi Sorotan usai Sidang Tuntutan
-
Apakah Lipstik Transferproof Sah untuk Wudhu? Ini 5 Pilihan yang Mudah Dibersihkan
-
Kitchen Sink Granit Jadi Tren Baru Dapur Modern yang Fungsional dan Estetik