Suara.com - Ya, di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sangat penting bagi kita untuk menjaga motivasi agar kesehatan mental terjaga. Telah diketahui bahwa stres bisa menurunkan imunitas tubuh, sehingga membuat seseorang berisiko terkena penyakit.
Motivator Merry Riana memberikan rumus PHK untuk menjaga motivasi. "Kata itu menjadi satu kata yang ditakuti belakangan ini. Jadi satu stigma, karena di benak orang PHK adalah pemutusan hubungan kerja. Saya ingin ubah stigma itu. PHK adalah cara Anda bisa menjaga motivasi," kata Merry dalam siaran langsung melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Senin (18/5/2020).
PHK yang dimaksud, lanjut Merry, P berarti Pikiran. Ia menyampaikan bahwa manusia harus menjaga pikirannya. Sebab apa yang dipikirkan bisa menjadi kenyataan.
"Kalau Anda berpikir Anda akan gagal, ya benar Anda akan gagal. Kalau berpikir Anda sukses, ya benar Anda akan sukses. Hati-hati dengan apa yang Anda pikirkan," jelasnya.
Menurut ibu satu anak itu, terkadang pikiranlah yang membuat hidup menjadi buruk dan negatif. Sehingga yang perlu dilakukan adalah bersikap optimis. Optimis bukan hanya mengharapkan yang baik, tapi juga bisa melihat yang baik sesulit apa pun situasinya.
"Kalau pun nggak bisa 100 persen selalu positif, nggak apa-apa itu manusiawi. Walaupun 80 persen aja udah bagus banget," katanya.
Huruf H menandakan Hati, lanjut Merry. Ia mengatakan bahwa hati yang baik, gembira, penuh suka cita adalah obat. Selain itu selalu bersyukur, sesuatu yang sangat sederhana tapi sering dilupakan manusia.
"Bersyukur karena masih diberi napas kehidupan. Bersyukur masih bisa berkumpul dengan keluarga. Bersyukur masih bisa bekerja walaupun mungkin lelah. Bersyukur masih dikasih hidup sampai hari ini. Ketika bersyukur, Anda akan dicukupkan. Saat seperti ini, jauhkan dari hati yang iri, dengki, mau menang sendiri," tuturnya.
Huruf terakhir yaitu K berarti Kelakukan atau juga tindakan. Merry mengatakan bahwa pikiran, hati, dan kelakuan sebenarnya saling terhubung.
Baca Juga: Anya Geraldine Bikin Cuitan Motivasi, Warganet Malah Buat Bahan Meme
Pikiran dan hati yang positif akan menghasilkan tindakan yang juga positif. Sehingga bisa berdampak pada hidup yang lebih positif. Menurut Merry, apa yang dilakukan selama masa karantina di rumah sangatlah penting.
"Selama dua bulan sudah melakukan apa? Apakah Anda manusia rebahan yang nggak ngapa-ngapain, yang pasrah dengan keadaan, atau cari jalan? Pilihannya ada pada Anda," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Jangan Asal Pakai Skincare, Kulit Berjerawat Butuh Formula yang Tetap Jaga Lapisan Pelindung Kulit
-
4 Sunscreen Paling Murah untuk Mencerahkan Wajah dan Hempaskan Flek Hitam
-
31 Mei dan 1 Juni 2026 Libur Apa? Ini Bedanya agar Tak Salah Momen
-
Terpopuler: Sepatu Tanpa Tali dari New Balance hingga Adidas Buat Jalan Kaki Anti Pegal
-
Apa Makna Hari Raya Waisak bagi Umat Buddha?
-
5 Matras Yoga Anti Slip yang Nyaman Dipakai Olahraga, Banyak Dipuji Tidak Gampang Geser
-
Jadwal dan Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Jakarta, Ini Dresscode-nya
-
Kenapa Pancasila Lahir pada Tanggal 1 Juni 1945? Ini Sejarah Perjuangannya
-
4 Skin Tint Anti Dempul Terlaris di Shopee, Banyak Di-review Ringan dan Nyatu di Kulit
-
Resmi! Pedoman Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 untuk Sekolah dan Instansi Pemerintah