Suara.com - Selain opor ayam, rendang merupakan salah satu masakan khas lebaran yang kerap kita temui di meja makan bersama ketupat. Nah, kalau tahun ini Anda berniat memasak rendang, simak tips memilih daging sapi yang akan diolah menjadi rendang.
Ya, proses terpenting dalam memasak rendang adalah pemilihan daging sapi. Daging yang kurang tepat akan mempengaruhi rasa dan tekstur rendang itu sendiri. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih daging untuk rendang?
Corporate Executive Chef Prasanthi Hotels and Resorts Bahran mengatakan daging sapi terbaik bukan berasal dari sapi tua, seperti yang sudah beranak. Ini bisa dilihat dari pori-pori daging tersebut yang cenderung kecil dan tidak besar.
"Paling nggak tekstur pori-porinya agak kecil-kecil, karena itu pasti sapinya nggak tua. Warnanya juga masih bagus, aromanya segar," terang Chef Bahran saat dihubungi Suara.com, Selasa (19/5/2020).
Ia juga mengingatkan untuk tidak takut pada daging yang basah. Ini hanya persoalan daging yang tidak digantung, karena darahnya tidak mengalir. Biasanya banyak terjadi pada daging-daging impor.
"Sebenarnya darah kan rata-rata basah, dagingnya nggak digantung. Contoh kalau daging yang ada di supermarket rata-rata impor, biasanya ditaruh di strerofoam, makanya di bawahnya harus dikasih tisu biar nggak basah," jelasnya.
Chef yang sudah berkeliling dunia itu mengatakan bagian daging terbaik untuk memasak rendang adalah topside, atau bagian terluar paha sapi belakang. Ini adalah bagian tebaik karena teksturnya yang tidak mudah hancur, sangat tepat untuk menu rendang dengan proses memasak yang lama.
"Biasanya bagian rendang itu bagian topside, bagian pantat atau paha atas. Karena tekstur dagingnya itu tidak mudah pecah, ketika lembutnya itu masih utuh tapi masih lembut, nggak jadi hancur," terangnya.
"Kecuali dimasak dengan api panas, seperti abon dan lain-lain. Lebih bagus di dalam tubuh sapi itu yang paling bagus pantat sih ya," tutupnya.
Baca Juga: Billy Syahputra Jualan Rendang Gara-gara Tak Sanggup Bayar Cicilan?
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
-
Maut di Jalur Punggung Naga: Perjuangan Dramatis Evakuasi Jenazah dari Tebing Gunung Piramid
-
Sungai Cileungsi Tercemar Limbah, Kualitas Air Lampaui Baku Mutu
-
Review Lucky: Bertabur Bintang, Sayangnya Naskah Terlalu Dangkal Dinikmati
-
Skema Pembiayaan Mobil Listrik Viral Wuling Aira ev
-
Dalih Geopolitik Jadi Alasan Pemerintah Lihat Ekonomi RI Tumbuh Melambat
-
Misi Satelit Lampung-1: Saat Mata AI di Luar Angkasa Kawal Ladang Singkong
-
Singapura Gunakan Teknologi Juara Piala Dunia DemI Jegal Timnas Indonesia
-
CBDK Gelontorkan Rp250 Miliar untuk Buyback Saham, Laba Semester I 2026 Melonjak 225 Persen
-
Hari Pramuka Diperingati Tanggal Berapa? Simak Sejarah Lengkapnya