Lebaran di Rumah Aja, Ini Rencana Mereka
Kebanyakan dari mereka juga mengaku akan berlebaran di rumah aja dan berkumpul bersama keluarga.
Para ibu juga sudah mempersiapkan masakan dan kue Lebaran terlezat untuk keluarga di rumah aja.
Berkumpul dengan keluarga di rumah aja saat Lebaran justru menjadi momen untuk semakin mendekatkan diri dengan keluarga.
"Di rumah aja Lebaran sama keluarga, bersih-bersih rumah, masak," aku Silvana Miranda (55) yang tidak bisa mudik ke kampung halamannya di Gorontalo, Sulawesi.
Kondisi serupa dialami pula oleh mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman, Sahira Jati Pratiwi (20) yang sudah pulang ke kampung halamannya sejak Maret lalu.
Ia berencana menghabiskan Lebaran bersama keluarga.
"Quality time sama keluarga, kaya nonton televisi bareng atau makan bareng. Soalnya jarang sih kita lengkap sekeluarga ngumpul semua di rumah," aku Sahira.
Berbeda dengan, Iman yang biasanya rutin pulang kampung ke Tasikmalaya, Jawa Barat, bertemu keluarga besar, Lebaran tahun ini memilih tidak mudik lantaran mengikuti anjuran pemerintah sebagai upaya menekan risiko semakin meluasnya penyebaran virus Corona Covid-19.
Rencananya, Iman akan silaturahmi dengan keluarga melalui video call sebagai pengobat rindu.
Baca Juga: Mudah dan Praktis, Ini Resep Sambal Goreng Kentang untuk Lebaran di Rumah
"Terlalu berisiko kalau saya nekat mudik mengingat banyak keluarga di kampung halaman yang sudah lanjut usia dan rentan terkena virus corona, karena kita tidak tahu bahwa di jalan kita akan terpapar atau seperti apa," tutur Iman.
Alasan sama dikemukakan pula oleh Nana Suherni (29), karyawan swasta di sebuah perusahaan. Ia juga tidak mudik, karena tak mau ambil risiko kesehatan terpapar Corona Covid-19 yang bisa saja terjadi pada keluarganya di kampung halaman.
"Nggak mudik karena takut, kita itu bisa aja berisiko sebagai pembawa virus corona ke desa kita, jadi lebih baik stay di rumah aja," ujar Nan.
Keputusan serupa dilakukan pula oleh Subagyo (51) yang tidak mudik ke Yogyakarta.
"Nggak pulang kampung 'kan dilarang pemerintah," ungkap Subagyo (51).
Selanjutnya di halaman berikutnya: Doa dan Harapan ...
Doa dan Harapan
Menyadari betapa bahayanya Corona Covid-19 bagi manusia, baik Iman, Subagyo, Nana Suherni, Silvana maupun Sahira berharap, masyarakat memiliki kesadaran yang sama sehingga tidak berbondong-bondong mudik demi kebaikan bersama.
Bila masyarakat memiliki sikap positif yang sama dalam menghadapi pandemi Covid-19, diharapkan wabah Corona dapat segera mereda, sehingga kehidupan sosial dapat berjalan seperti sediakala atau, setidaknya saat nanti menjalani kehidupan 'new normal' tak lagi terlalu khawatir.
"Kita sudah rindu dengan aktivitas di luar ruangan bertemu banyak orang dan berinteraksi tatap muka langsung. Harapan banyak orang pandemi ini segera berakhir dan mengembalikan hidup normal manusia," ungkap Silvana dan lainnya.
Sahira juga mengaku sudah jenuh dengan keadaan saat ini. Ia rindu bertemu teman-teman di kampusnya.
Tak hanya itu, Sahira bahkan mengaku sudah pusing dengan kuliah online yang dianggapnya tidak maksimal.
"Pengen kuliah, aku pengen balik ke kosan, pengen ketemu temen-temen kuliahku. Pengen balik ke tempat kuliah aku. Aku nggak mau ngerjain tugas online lagi, udah pusing banget," ceritanya blak-blakan.
Bila wabah Corona mereda, Subagyo sebagai orang dengan umur yang tidak muda lagi juga merasa aman dan nyaman dimanapun berada, termasuk di tempat kerja.
"Semoga wabah ini cepat berakhir, sehingga kota bisa nyaman aman," terang Subagyo menutup perbincangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee
-
Lipstik Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 3 Pilihan yang Melembabkan Bibir Awet Seharian
-
Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV
-
4 Sepatu Wanita Casual dari Brand Lokal, Nyaman di Kaki dan Enak Dipandang
-
4 Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Paling Populer di Indonesia
-
Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda
-
Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum
-
4 Lipstik di Minimarket Terdekat yang Mudah Ditemukan, Harga Mulai Rp15 Ribuan
-
Menjaga Tradisi Sangjit, Sangjit by Sinar Wijaya Hadir dengan Layanan Terintegrasi
-
4 Lipstik Badai Murah Anti Luntur saat Makan, Cuma Rp30 Ribuan Bisa On Point Seharian