Suara.com - Dampak pandemi Covid-19 dapat dirasakan oleh berbagai sektor, termasuk pariwisata. Agar bisa tetap bertahan, sebuah kebun binatang di Jepang pun kini berganti menjual item fesyen nyentrik.
Melansir laman Sora News 24, kebun binatang North Safari Sapporo tersebut memutuskan untuk mencari cara alternatif menghasilkan uang.
Terletak di Hokkaido, kebun binatang ini dilaporkan tidak bisa menerima pengunjung selama pandemi virus corona.
Sebagai gantinya, mereka pun memutuskan untuk menjual berbagai macam suvenir dalam rangka menggalang dana. Salah satu yang mereka jual adalah celana jeans.
Bukan celana jeans sembarangan, kebun binatang ini menjual celana jeans yang sudah dicabik-cabik oleh singa kebun binatang.
Pembeli nantinya bisa memilih ukuran celana jeans sesuai yang diinginkan. Kemudian, kebun binatang North Safari Sapporo akan membuat ripped jeans yang berasal dari cakaran singa.
Tak main-main, celana jeans ini dihargai cukup mahal. Per celana, kamu harus siap merogoh kocek 70.000 yen atau sekitar Rp 9,1 juta.
Selain celana jeans yang disobek-sobek oleh singa ini, kebun binatang tersebut juga menjual aneka aksesori lainnya yang tak kalah unik.
Contohnya saja, ada tatakan gelas yang dibuat dari kayu yang sudah digigiti berang-berang.
Baca Juga: Makin Berani, Millen Cyrus Unggah Foto Tanpa Celana Dalam
Mereka juga menjual anting-anting dari bulu burung beo serta lukisan yang dibuat oleh monyet, kambing, dan anjing laut.
Bagi mereka yang membeli barang-barang tersebut, kebun binatang North Safari Sapporo nantinya juga akan mengirimkan ucapan terima kasih sekaligus foto-foto binatang yang ada.
Sejauh ini, kebun binatang tersebut sudah menjual habis semua tatakan gelas dan beberapa aksesoris lainnya.
Sementara, celana jeans yang dicabik-cabik singa masih tersedia namun dalam jumlah terbatas.
Ada yang berminat punya celana ripped jeans unik dari kebun binatang Jepang ini?
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Resmi! Port FC Tumbang, Persebaya vs Arema, Persija Hadapi Persib di Semifinal Piala Presiden 2026
-
PBNU Minta Ponpes Tanpa Izin Dilarang Beroperasi dan Dilarang Pakai Gelar Kiai
-
Jokowi ke Kader PSI: Kalau Semua Jalur Mentok, Datang Saja ke Solo
-
Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras
-
Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok
-
5 Serum Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah, Bye Noda Gelap!
-
Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok
-
Pengamat: Polarisasi Opini di Kasus Eks Jampidsus Berpotensi Ganggu Asas Praduga Tak Bersalah
-
Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun
-
Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan