Suara.com - Saat masa-masa awal pandemi virus corona, masker menjadi salah satu barang yang mengalami kelangkaan. Akibatnya, tidak sedikit orang-orang yang memakai bahan seadanya untuk dijadikan masker.
Kini, beberapa orang pun mulai berkreasi membuat masker dengan tampilan unik serta fashionable. Salah satunya adalah koki asal Yordania ini.
Melansir Metro, koki bernama Omar Sartawi tersebut membuat masker ramah lingkungan dengan bahan yang tidak biasa.
Bahan tersebut merupakan salah satu bagian dari sampah dapur, yaitu kulit terong yang kering.
Untuk membuat masker kulit terong tersebut, Omar Sartawi menggunakan teknik khusus agar kulit terong dapat tahan lama.
Pertama, Omar memproses kulit terong dengan menggunakan garam agar teksturnya berubah menjadi mirip kulit binatang.
Kemudian, Omar Sartawi bekerja sama dengan desainer Princess Nejla Asem dan Salam Dajani agar masker tersebut terlihat fashionable.
Caranya, kulit terong yang sudah diproses akan dijahit dengan menggunakan benang agar lebih tahan lama.
Selain itu, tali untuk mengaitkan masker juga tak lupa ditambahkan di masker kulit terong ini.
Baca Juga: HOROR Tak Pakai Masker, Warga Gresik Disuruh Bersihkan Kuburan
Meski kulit terong tersebut memiliki tekstur layaknya kulit binatang sungguhan, para pengguna masker tak perlu khawatir akan merasa sesak.
Pasalnya, pengguna masker kulit terong tersebut akan bisa tetap bernapas meski tengah menggunakan masker.
Keuntungan lainnya, masker ini dibuat dari bahan ramah lingkungan serta dapat membantu mengurangi limbah makanan.
Tertarik mencoba masker berbahan kulit terong ini?
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?
-
Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI
-
Hanya 12 Hari! Spider-Man Brand New Day Sukses Raup Rp29,5 Triliun
-
Bukan Sekadar Ikut Tren: Memaknai Kemerdekaan Digital Gen Z di Tengah Gempuran FOMO
-
Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi
-
BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru
-
Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026
-
Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil
-
Massa Geruduk Rumah MC yang Kasih Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras
-
Kita Bertengkar dengan Sesama, Padahal yang Harus Ditagih adalah Negara