Suara.com - Uang di rekening tabungan selalu habis dan kesulitan menabung? Ada lho tips berhemat yang bisa Anda lakukan agar tabungan tetap terisi.
Ya, pendapatan yang pas-pasan terkadang jadi alasan sulit menabung. Padahal jika Anda tahu cara berhemat yang tepat, menabung bukan sesuatu yang terlalu sulit.
Founder Komunitas Investor Muda Jason Gozali menyampaikan, yang terpenting adalah menyisihkan uang terlebih dahulu setiap mendapatkan penghasilan.
"Kita sebagai manusia bijak harusnya bukan menyisakan uang tapi menyisihkan uang. Biasanya kebiasaan kita pas dompet udah tipis baru mikir gimana caranya bertahan sampai akhir bulan. Padahal itu salah," kata Jason dalam konferensi virtual BNPB Indonesia, Minggu (28/6/2020).
Hal pertama yang sebaiknya dilakukan usia gaji turun adalah membuat alokasi finansial. Jason mengatakan, setiap orang pasti mempunyai kebutuhan yang berbeda. Sehingga bentuk alokasi dan penyisihan orang juga belum tentu sama.
Ia mencontohkan, jika untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari cukuo dari 50 persen penghasilan maka sisanya dialokasikan pada biaya asuransi dan tabungan investasi.
"Berapa yang disisihkan tergantung dari penghasilan masing-masing. Kalau memang bisa hidup 40 persen dari gaji, sisanya kita alokasikan ke investasi dan asuransi ya boleh. Tapi orang kan beda-beda. Ada yang mungkin kebutuhan sehari-hari sudah besar. Misal 70 persen untuk konsumsi 30 persen baru investasi, gak masalah," ucapnya.
Namun ia menegaskan, berapa pun besaran kebutuhan harian, paling tidak hatus ada yang disisihkan untuk investasi. Menurutnya, nominal minimal 20 persen dari penghasilan.
Baca Juga: Pandemi Saat Ramadan Bikin Orang Jadi Lebih Rajin Menabung
Berita Terkait
-
Pegadaian Perkuat Ekosistem Emas Nasional lewat Kehadiran Tabungan Emas di myBCA
-
wondr by BNI Permudah Nasabah Kelola Keuangan Keluarga dengan Perencanaan yang Lebih Terarah
-
BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru
-
Dukung Penyerapan Blue Carbon dan Berdayakan Masyarakat, BTN Tanam 10.000 Mangrove di Kuta Bali
-
Fenomena 'Makan Tabungan', Potret Rapuhnya Ketahanan Kelas Menengah
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Panas! Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik saat Korsel dan AS Latihan Militer
-
Nasib Ribuan Mahasiswa Jakarta Terancam Data Desil
-
Mendag Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Trade Expo Indonesia
-
81 Tahun Merdeka: Memaknai Ulang Ikigai di Tengah Realitas Anak Muda Indonesia
-
Diskon Belanja di GrandLucky Spesial dari BRI, Ini Syaratnya
-
5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi 2026 di Masjid, Rundown Lengkap dengan Jam
-
3 Rekomendasi Smartwatch dengan Sensor VO2 Max Akurat
-
Febrie Adriansyah Ingin Emas 74 Kg dan Uangnya Kembali, Begini Faktanya
-
RUU Pemilu Harus Perkuat Peran Perempuan!
-
Update Gempa NTT: 75 Meninggal, 907 Luka, Gempa Susulan 3.752 Kali