Suara.com - Tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai pada Senin, 13 Juli 2020. Sementara Indonesia yang mulai memasuki era adaptasi kebiasaan baru (sebelumnya disebut kenormalan baru atau new normal, Red) hingga kini masih memerangi virus SARS CoV 2 penyebab Covid-19, yang kasusnya terpantau masih terus naik.
Data pemerintah yang masuk hingga Sabtu pukul 12.00 WIB menunjukkan, terdapat 1.671 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Penambahan kasus baru itu menyebabkan kini ada 74.018 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.
"Kami dapatkan kembali kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.671 orang, sehingga totalnya menjadi 74.018 orang" ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Sabtu (11/7/2020) sore.
Meski masih banyak daerah dengan kasus Covid-19 rendah hingga tinggi yang masuk kategori zona kuning, merah dan hitam -- dimana kegiatan belajar mengajar di sekolah masih ditiadakan, untuk daerah-daerah zona hijau (tidak ada kasus Covid-19) pemerintah setempat bersiap membuka sekolah tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Rita Amaliani, Kepala Sekolah Early Step Kebagusan Academy dan Director SD Bangun Mandiri, Kebagusan Jakarta Selatan mangaku, siap atau tidak siap akan kembali membuka sekolahnya dengan pengetatan praktik protokol kesehatan.
"Jika memang sekolah harus mulai kegiatan tatap muka, tentunya semua sekolah harus siap melakukan protokol kesehatan yang ketat," papar Rita kepada Suara.com beberapa waktu lalu.
Berbeda halnya dengan Ajeng Annastasia, salah satu orangtua yang mengaku belum siap menyekolahkan anaknya secara tatap muka.
Baca Juga: Wapres dan Mendikbud Tinjau Kesiapan Sekolah Sambut Kebiasaan Baru
Ia yang awalnya berencana memasukkan buah hatinya ke Taman Kanak-kanak (TK), mengurungkan niatnya untuk mendaftarkan sang anak ke salah satu TK lantaran kasus Virus Covid-19 yang masih terus bertambah.
"Anak usia TK 4 hingga 6 tahun, kayaknya masih susah banget untuk dikasih tahu kalau dia harus jaga jarak, pakai masker, harus hati-hati nggak sembarangan pegang muka, hidung dan mulut. Saya nggak siap melepas anak ketemu langsung sama temannya di sekolah," ungkap Ajeng panjang lebar.
Tantangan Penerapan Protokol Kesehatan di TK dan SD
Kekhawatiran Ajeng sebagai orangtua memang wajar mengingat cara berpikir siswa TK dan SD, masih sangat sederhana dan terbatas, belum mampu memahami konsep sebab-akibat sehingga belum bisa berpikir panjang tentang dampak dari perilaku tertentu yang ternyata bisa memengaruhi kesehatannya maupun kesehatan orang lain.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Rita Amaliani bisa memahaminya mengingat tahapan perkembangan kognitif anak-anak usia dini (PAUD, TK dan SD) masih belum matang.
Ia mengaku penerapan protokol kesehatan untuk anak PAUD, TK dan SD memang tidak mudah dilakukan di lingkungan sekolah, mengingat anak-anak belum benar-benar mengerti pentingnya protokol kesehatan, tentang Virus Corona Covid-19, bahaya dan cara penularannya.
Hal tersebut merupakan tantangan bagi seluruh pendidik atau guru di lingkungan sekolah untuk terus dan konsisten mengedukasi anak didik dengan cara efektif dan mudah dipahami para siswa.
Di satu sisi, menurut Rita, kondisi seperti sekarang sebenarnya merupakan momen tepat untuk mengajarkan kebiasaan baik dan sehat kepada anak-anak agar bisa beradaptasi kebiasaan baru di masa kenormalan baru (new normal).
Bila kebiasaan baik tersebut diajarkan sejak dini, maka anak-anak akan terbentuk menjadi pribadi yang memiliki kesadaran tinggi untuk bergaya hidup sehat dan bersih, sehingga risiko terkena penyakit, termasuk virus Corona Covid-19 dapat diminimalisasi.
"Harus dilakukan meski merepotkan agar menjadi kebiasaan sejak dini, guru harus bisa melakukan pengawasan dalam kegiatan di sekolah sesuai protokol, anak maupun guru dilakukan pembiasaan dengan baik dan lancar, sehingga tidak akan menyusahkan karena sudah menjadi habit," ungkapnya.
Selanjutnya: Butuh Panduan Pembelajaran di Era Kenormalan Baru
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana