Suara.com - Saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak orang mulai sadar pentingnya menyisikan sebagian penghasila untuk berjaga-jaga di kemudian hari. Tapi tidak sedikit juga yang mulai memikirkan untuk investasi.
Hanya saja, investasi merupakan konsep asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Untuk mereka yang belum berpengalaman, investasi bisa jadi terkesan penuh risiko dan mengkhawatirkan. Salah-salah bukannya untung malah buntung.
Tenang, Direktur OCBC NISP Ka Jit dalam peluncuran Gerakan #Save20 membagikan kiatnya bagi mereka yang baru memulai investasi. Apa saja ya? Berikut daftarnya!
1. Menentukan tujuan investasi
Sebelum melakukan investasi, sebaiknya ketahui tujuan kita untuk melakukan investasi. Tujuan juga harus dibedakan menjadi tujuan jangka pendek, misalnya untuk membeli mobil atau tujuan jangka panjang, misalnya membeli rumah.
2. Mencari produk investasi yang cocok dengan kondisi finansial dan mental
Dalam menentukan produk untuk berinvestasi, perlu dilakukan analisa yang mendalam mengenai perusahaan yang ingin diinvestasikan dengan melihat dari laporan keuangannya, public expose dan lain sebagainya. Pada tahap ini, penting untuk melakukan analisa secara detail terhadap suatu produk investasi.
3. Menyesuaikan risk dan return
Kita juga harus memahami risiko yang dimiliki oleh produk-produk investasi tersebut. Terdapat dua resiko dalam berinvestasi, yaitu resiko agresif dan risiko konservatif. Pada tahap ini kita sebaiknya memikirkan apakah return yang kita terima sesuai dengan risiko yang kita berikan.
4. Memiliki keberanian dan membuat strategi
Mulai berinvestasi bisa dilakukan secara perlahan. Contohnya untuk pemula dengan profil resiko moderate bisa mencoba mengalokasikan 50 persen ke reksadana saham dan yang sisanya bisa dibagi ke obligasi pemerintah dan deposito.
5. Memilih institusi keuangan yang terpercaya
Tempatkan dana di institusi keuangan yang telah memiliki izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga seluruh aktivitas institusi tersebut diawasi untuk menghindarkan penipuan ataupun aktivitas lainnya yang akan merugikan nasabah.
Pelajari dan kenali institusi keuangan tersebut. Cek track record-nya jangan sampai hasil kerja keras kita hilang karena iming-iming keuntungan yang besar.
Baca Juga: Investasi Jiwasraya di RDPT Diklaim Catatkan Keuntungan
6. Lakukan review secara berkala
Pastikan untuk melakukan review terhadap keputusan investasi kamu setiap 3 atau 6 bulan sekali dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan tren yang sedang terjadi.
Gimana, berani coba investasi?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
5 Rekomendasi Dehumidifier untuk Serap Kelembapan, Harga di Bawah Rp1 Juta
-
3 Zodiak yang Hidupnya Makin Lancar Setelah 12 Januari 2026
-
Seni Olfaktori: Mengunci Mood Lewat Aroma Dessert yang Bisa Dimakan
-
5 Shio Paling Hoki pada 12-18 Januari 2026, Pintu Rezeki Terbuka Lebar
-
Terpopuler: Alasan Aurelie Moeremans Gratiskan Buku Broken Strings hingga Bahaya Child Grooming
-
6 Shio Paling Beruntung 12 Januari 2026, Awal Pekan Panen Hoki
-
Detektif Jubun Bongkar Rahasia Gelap Money Game Syariah: Waspada Riba Berkedok Surga
-
5 Water Heater Low Watt Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga Minimalis
-
5 Cushion Anti Keringat untuk Pekerja Kantoran, Makeup Tetap Fresh dan Tak Luntur
-
Rekam Jejak Roby Tremonti, Aktor yang Terseret Isu Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans