Suara.com - Pandemi Covid-19 yang dampaknya masih dirasakan masyarakat hingga kini, ternyata berpengaruh besar bagi perajin serta pelaku usaha di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Kondisi tersebut seperti dirasakan Japar Basri, perajin miniatur Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak. Japar yang mempekerjakan 20 orang dalam usaha kerajinan tersebut terpaksa harus memutar otaknya, agar dapurnya dan anak buahnya tetap ngebul selama pandemi.
Hingga akhirnya, Japar terpaksa memilih untuk menghentikan aktivitasnya membuat miniatur souvenir khas Kota Pontianak itu dan memutuskan banting stir menjadi pembuat peti jenazah. Usaha tersebut, diakui Japar sudah dilakoninya selama tujuh bulan terakhir.
“Selama macet usaha miniatur, saya alihkan usaha lain seperti membuat peti mati, karena peti mati kan pasti dicari orang,” kata Japar ditemui Suara.com di kediamannya, Jalan Adi Sucipto, Gang Haji Kasim, Pontianak Selatan, Kalimantan Barat pada Kamis (23/7/2020).
Japar mengaku tidak setiap hari membuat peti mati. Pembuatan peti mati dilakukan sesuai dengan jumlah yang dipesan rumah sakit untuk ketersediaan stok. Namun, tidak sedikit juga untuk pribadi yang sudah memesan peti jenazah itu.
Cara Japar memasarkannya bisa terbilang umum, yakni melalui kabar dari mulut ke mulut. Bahkan, memasang spanduk di depan gang rumahnya. Alhasil, banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan usaha barunya ini.
“Saya buat 10 peti mati kemudian disimpan, saya juga pasang spanduk jadi orang sudah tahu semua, kalau rumah sakit mobil ambulans yang datang ambil, jadi saya tidak antar ke sana,” ucapnya.
Japar mengemukakan, untuk satu peti yang dibuatnya dibanderol sekitar Rp 400 ribu. Tak cuma peti, Japar juga mempersiapkan komplit dengan peralatan fardhu kifayah termasuk jasa antar sampai ke tempat tujuan.
Sementara untuk bahan kayu yang digunakan, dikemukakan Japar, cukup mudah didapatkan sesuai biaya yang dikeluarkan bahkan bisa disesuaikan dengan permintaan. Japar sendiri juga menyiapkan ukuran peti mati, berkisar mulai 1,80 meter hingga 1,90 meter. Bahkan ada juga yang melebihi dari ukuran itu.
Baca Juga: Warga Pontianak Kelimpungan Cari LPG 3 Kg, 2 Hari Keliling Kota
“Sudah bisa dipastikan rata-rata ukuran tinggi orang, kadang ada yang melebihi batas ukuran tapi setelah dimasukan ke dalam peti ternyata pas jadi peti tak perlu di rehab ulang,” pungkasnya.
Kontributor : Eko Susanto
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan
-
Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam
-
Tol Japek Padat! Simak Jadwal Contraflow KM 55-65 Arah Cikampek Hari Ini
-
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jaksa Bongkar Skema Fraud Kerah Putih
-
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!
-
Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis
-
Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!
-
Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan