Suara.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada hewan atau satwa liar. Sebelumnya banyak dilaporkan hewan-hewan yang kelaparan akibat pandemi yang melanda seluruh dunia.
Dalam siaran pers yang diterima Suara.com Kamis, (23/7/2020), juru bicara Animals Australia Kata Louise Bonomi, mengatakan bahwa ketika perbatasan ditutup dengan cepat dan perjalanan internasional terhenti, hal itu memperburuk situasi hewan. Terutama untuk hewan penangkaran dan pekerja yang perawatan dan pemeliharaannya tergantung pada pendapatan wisatawan.
“Sekarang, berbulan-bulan memasuki pandemi kita masih mendengar dari rekan-rekan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, bahwa situasinya benar-benar mengerikan dengan banyak hewan kelaparan dan ditinggalkan di jalanan," kata Louise.
Ia menjelaskan, dalam banyak kasus, hewan yang menghasilkan pendapatan untuk pemiliknya sekarang dianggap 'tidak berharga', karena industri pariwisata global terhenti. Bali dan Kepulauan Gili telah sangat terpengaruh oleh ini, mengingat ketergantungan besar ekonomi mereka pada pariwisata.
Sementara itu, hal serupa juga disampaikan oleh Drh Sasa Vernandes, Pemimpin Tim dan International Animals Indonesia dan dokter hewan. Ia mengatakan bahwa ekonomi, yang didominasi oleh sektor pariwisata, telah dihancurkan oleh Covid-19.
“Ini memengaruhi stabilitas penyelamat dan penyintas hewan untuk melakukan aktivitas mereka karena sebagian besar dari mereka telah kehilangan pekerjaan, tetapi hewan masih sangat bergantung pada mereka bertahan," kata Sasa.
“Kami juga menemukan anjing yang kemungkinan besar ditinggalkan oleh pemiliknya dan ditinggalkan di tempat umum tempat-tempat seperti pantai dan tanah kosong. Ini telah menciptakan masalah baru di Bali, terutama sebagai
rabies adalah endemik di pulau itu."
Khawatir dengan tingkat yang pandemi Covid-19 yang berdampak pada hewan, organisasi perlindungan hewan Australia, Hewan Australia, telah membentuk program hibah darurat untuk memberikan dukungan kritis di tempat yang paling dibutuhkan, termasuk di Indonesia.
Program Hibah Darurat Global telah memberikan hibah kepada 35 kelompok perlindungan hewan di seluruh dunia termasuk di Bali, Jakarta, Lombok, dan Kepulauan Gili di Indonesia.
Baca Juga: Kebun Binatang London Alami Krisis, David Attenborough Galang Donasi
“Oleh karena itu, program pendanaan darurat benar-benar membawa dampak yang baik pada keadaan yang sangat sulit ini waktu. Dana tersebut memberi harapan baru bagi penyelamat dan pengumpan hewan untuk melanjutkannya
kegiatan yang indah dalam membantu hewan-hewan di Bali," ujar Sasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
3 Cara Cari Promo Indomaret Terbaru agar Belanja Bulanan Makin Hemat
-
Kamar Kos Gerah? Ini 7 Rekomendasi AC Portable Hemat Listrik, Dinginnya Bikin Betah!
-
Daftar Harga Mesin Cuci 1 Tabung Samsung Bukaan Atas untuk Ibu Rumah Tangga Modern
-
5 Sepeda Lipat yang Kuat dan Aman untuk Orang Gemuk, Mampu Tahan Beban hingga 100 Kg
-
6 Sepeda Lipat Mirip Brompton: Jauh Lebih Murah, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
5 Pilihan Sepatu Louis Vuitton Original, Mewah Berkelas Mirip Sitaan Bupati Tulungagung
-
7 Rekomendasi Merk Mesin Cuci Langsung Kering, Tanpa Jemur dan Setrika
-
Tak Sekadar Bank Sampah, Ini Kisah Kertabumi Beri Nyawa Kedua pada Limbah
-
Awal 2026 yang Kelam, Ini Deretan Kepala Daerah dan Pejabat yang Terjaring OTT KPK
-
7 Sepeda Lipat Harga Rp500 Ribuan, Rangka Kokoh Kuat Angkat Beban Ratusan Kg