Suara.com - Destinasi wisata Yogyakarta punya pesona bagi wisatawan dalam dan manca negara. Mulai dari wisata alam, belanja, hingga kuliner Yogyakarta pasti bikin kangen para turis yang pernah berkunjung ke sini.
Untuk travelers yang suka mengunjungi tempat bersejarah, Suara.com punya 2 referensi menarik nih, buat kalian.
Tempat bersejarah ini dulunya adalah bekas pemandian kerajaan, yaitu Taman Sari dan Situs Warungboto.
Tempat wisata yang sempat tutup akibat covid-19 ini sudah dibuka dengan sejumlah penerapan protokol kesehatan yang wajib ditaati pengunjung.
Sebelum masuk, wisatawan diarahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu kemudian memakai hand sanitizer dan tentunya memakai masker lalu diperiksa suhu tubuh sebelum melakukan pembelian tiket. Untuk pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat dilarang masuk.
Yuk, simak info lengkap situs bekas pemandian kerajaan di bawah ini.
1. Taman Sari
Tempat ini dulunya merupakan kebun istana dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Mendapat sebutan "The Fragant Garden", tempat ini memiliki kolam, danau buatan dan ruangan bawah tanah yang mempesona.
Kebun dan pemandian ini dibangun semasa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758-1765. Sempat direnovasi karena mengalami kerusakan sewaktu gempa bumi Yogyakarta pada tahun 2006, kini bagian Taman Sari yang dapat dikunjungi wisatawan hanya bagian baratnya saja.
Baca Juga: Pantai Krui: Destinasi Wisata yang Dikagumi para Peselancar Dunia
Punya lokasi yang Instagramable, nggak heran kalau tempat ini nggak pernah sepi pengunjung. Nggak cuma di akhir pekan, setiap hari Taman Sari selalu penuh dikunjungi turis lokal maupun asing.
Bagi kalian yang tertarik, Taman Sari buka setiap hari mulai pukul 09.00 pagi hingga 15.00 sore. Untuk teman-teman yang masih penasaran cerita lengkap setiap ruang di Taman Sari, jangan khawatir, di sini banyak tour guide super ramah yang akan membantumu ketika berkeliling.
2. Situs Warungboto
Semenjak digunakan untuk potret prewedding Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, lokasi bersejarah ini mendadak naik daun di kalangan kaum milenial. Bangunan yang satu ini ternyata juga merupakan peninggalan dari Sri Sultan Hamengkubuwono I dan Sri Sultan Hamengkubuwono II.
Dulunya tempat ini juga merupakan pemandian zaman kerajaan. Dijadikan sebuah pemandian karena pada waktu itu terdapat sebuah sumber mata air di sini.
Bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke warisan budaya yang masih berdiri kokoh ini, kalian bisa pergi ke Jalan Veteran No.77, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Promo Sirup dan Biskuit di Indomaret 2026, Belanja Hemat buat Persiapan Lebaran
-
Bolehkah Menghirup Inhaler saat Puasa? Begini Hukumnya Menurut Syariat
-
Puasa Kurang Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur Lebaran Idulfitri 1447 H
-
Niat Sholat Hajat 2 Rakaat di Bulan Ramadan, Amalkan Doa Ini Agar Segera Terkabul
-
Perjalanan Karier Vidi Aldiano Si "Duta Persahabatan", Menginspirasi Lewat Karya dan Resiliensi
-
Apa Keutamaan Wafat di Bulan Ramadan? Simak Penjelasannya dalam Islam
-
Muntah Apakah Membatalkan Puasa? Hukum Disengaja dan Tidak Ternyata Berbeda
-
Jadwal Lengkap One Way, Ganjil Genap dan Contra Flow Mudik Lebaran 2026, Jangan Sampai Kena Macet!
-
Awal Mula Vidi Aldiano Sakit, Perjalanan Panjang sang Musisi Melawan Kanker Ginjal
-
7 Maret 2026 Tarawih ke Berapa? Simak Keutamaannya Menurut Kitab Durratun Nashihin