Suara.com - Kalau sudah cinta, gunung tinggi pun pasti tetap disambangi. Ungkapan itu mungkin cocok bagi dokter yang juga pengantin baru Monifa Seawell dan Wyatt Jeffries di Amerika Serikat.
Pasangan itu memutuskan untuk kawin lari di puncak gunung Colorado. Tindakan itu dilakukan akibat penguncian wilayah dan larangan kerumunan akibat pandemi covid-19.
Dari foto-foto yang beredar di media sosial, pernikahan itu hanya dihadiri oleh fotografer Sheena Shahangian. Dan menjadi viral di Twitter.
“Jangan pedulikan saya, ini saya dan suami saya pada hari pernikahan kami di gunung 12.000 kaki di atas permukaan. Kami mendaki gunung ini pada jam 4 pagi dalam cuaca 30 derajat dengan perlengkapan pernikahan kami,” kata Seawell yang juga seorang dokter itu dikutip dari Fox.
Warganet menyampaikan simpati atas upacara sederhana yang sepi pengunjung itu. Tetapi juga mengucapkan selamat kepada pengantin baru tersebut. Banyak yang terkesan dengan kegigihan keduanya untuk mendaki gunung dengan pakaian pernikahan mereka dan ransel.
“Kawin lari ternyata menjadi yang terbaik dan lebih istimewa dari pada pernikahan tradisional yang pernah kita rencanakan," kata Seawell.
Menurut hukum negara bagian Colorado, pasangan pengantin memang bisa meresmikan pernikahan mereka sendiri dengan melakukan upacara pernikahan sendiri.
Seawell, seorang psikiater, mengatakan bahwa dia dan suaminya sekarang memiliki hasrat yang sama untuk menjelajahi alam dan sangat senang bisa menikah di lokasi terindah itu.
"Memilih untuk melakukan sesuatu yang tidak tradisional memberi kami rasa kebebasan yang luar biasa ini," katanya kepada Women's Health.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Ini Himbauan Dokter Bernard Mahfoudz?
"Begitu banyak pengalaman kami sebagai orang kulit hitam di negara ini adalah perasaan terbatas dan terpinggirkan. Kami ingin memulai hidup bersama-sama dari semua kebisingan dengan pemahaman bahwa kami hanya ingin menjadi lebih tinggi dalam hidup," ucap pengantin wanita.
"Puncak gunung dan menikahi diri kita sendiri tanpa seorang pejabat atau saksi, terasa seperti hal paling bebas, paling bodoh, paling hitam, paling revolusioner yang dapat kami lakukan. Dan kami benar, begitu kami sampai di puncak gunung itu kami baru saja merasa sangat bebas!" pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP
-
5 Pilihan Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Praktis dan Nyaman Dipakai Sehari-hari
-
5 Rekomendasi Body Mist Wanita Tahan Lama, Wangi Fresh dan Soft Dipakai Seharian
-
Art Jakarta Gardens 2026 Pekan Seni Ruang Terbuka Resmi Dibuka
-
Promo Superindo Hari Ini 8 Mei 2026, Banjir Diskon Mi Instan dan Susu
-
7 Parfum Aroma Powdery yang Lembut Kayak Wangi Bayi, Mulai Rp30 Ribuan
-
Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI
-
Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman
-
Makan Enak Tak Harus Mahal, Kini Menu Favorit McDonald's Hadir Mulai Rp 20 Ribuan
-
Berapa Lama Daging Kurban Tahan di Kulkas? Jangan Asal Simpan agar Tidak Cepat Busuk!