Suara.com - Nasi lemak merupakan salah satu makanan khas Malaysia. Disebut demikian karena dalam pembuatannya, nasi ini dicampur dengan santan sehingga rasanya gurih dan nikmat.
Umumnya nasi lemak disajikan dengan ikan, telur, sambal dan juga ayam goreng. Namun, apa jadinya jika ada kreasi spaghetti yang dihidangkan layaknya nasi lemak?
Ya, belum lama ini warga Malaysia dihebohkan dengan kemunculan kreasi spaghetti lemak yang videonya sempat diunggah oleh perusahaan makaroni San Remo.
Perusahaan makaroni asal Australia tersebut sengaja membuat video bagaimana cara membuat spaghetti lemak untuk merayakan hari kemerdekaan negara Malaysia.
Tentu saja, ide spaghetti tersebut terinspirasi dari hidangan nasi lemak khas Malaysia. Dalam foto dan video yang beredar, spaghetti disajikan dengan ikan, kacang, ayam dan mentimun layaknya nasi lemak.
"Rayakan Hari Malaysia dengan San Remo Spaghetti Lemak Bungkus, hidangan pasta ini diracik dengan rasa ikonik nasi lemak yang dihidangkan dengan sambal telur pedas serta teri kacang renyah," tulis Facebook San Remo Malaysia, dikutip Suara.com, Kamis (17/9/2020).
Dalam foto tersebut, spaghetti rupanya dijadikan sebagai pengganti nasi. Cara memasaknya pun sama, spaghetti direbus dalam air yang kemudian dicampur dengan santan serta daun pandan.
Rupanya, nasi lemak ini cukup mendapatkan banyak kritik dari warganet khususnya warga Malaysia. Mereka menganggap, apa arti hidangan tersebut tanpa nasi yang sesungguhnya.
"Tidakk, siapa yang akan makan nasi lemak tanpa nasi?" sebut salah seorang warganet.
Baca Juga: Sejumlah Pedagang Nakal Tega Jual Makanan Kadaluarsa di Jayawijaya
"Terima kasih tapi tidak, ini sedikit terlihat memaksakan diri," imbuh warganet lain.
"Kacau sekali, ini namanya merusak cita rasa makanan nasional Malaysia," timpal warganet lainnya.
Namun ternyata, tidak sedikit pula warganet lain yang tertarik dan penasaran untuk mencoba resep ini.
"Aku tidak yakin mengapa warga Malaysia begitu membenci hidangan ini. Buatku ini sajian kreatif untuk merayakan hari Malaysia," tutur seorang warganet.
"Anak-anakku menyukai spaghetti, mungkin selanjutnya kami tertarik untuk mencoba resep ini," ungkap warganet lainnya.
Agar tidak menyebabkan kontra berkepanjangan, San Remo Malaysia akhirnya kembali menegaskan bahwa sajian tersebut bukanlah nasi lemak melainkan spaghetti lemak.
Wah, jadi bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk mencoba membuat spaghetti lemak yang terinspirasi dari nasi lemak ini?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?