Suara.com - Asuransi jiwa adalah produk keuangan yang akan menjaga kita dari risiko finansial akibat kematian. Pasalnya, kematian seorang tulang punggung tentu sangat berdampak pada kondisi keuangan keluarganya. Sepeninggal orang tersebut, penghasilan keluarga akan terhenti.
Oleh sebab itu, asuransi jiwa memberikan solusi lewat uang santunan yang diberikan kepada keluarga. Harapannya, mereka dapat melanjutkan hidup dengan layak.
Berkenaan dengan masa pandemi Covid-19 ini, menurut riset Lifepal.co.id sebelumnya, tercatat bahwa pemulihan pendapatan premi bruto asuransi jiwa pada Juni 2020 telah melebihi nilai pendapatan di Juni 2019.
Riset tersebut menunjukkan bahwa terlihat jelas kesadaran masyarakat Indonesia yang meningkat selama masa pandemi Covid-19 untuk memiliki asuransi jiwa dan melindungi keluarganya dari risiko finansial dengan mempersiapkan uang pertanggungan bagi keluarga jika mereka harus ditinggalkan atau sang tertanggung sudah tidak bisa produktif lagi.
Lantas, siapa saja yang perlu memiliki asuransi jiwa?
1. Anda yang telah berkeluarga
Asuransi jiwa sangat penting bagi orang yang menjadi tulang punggung keluarga. Kalau hal buruk menimpanya, keluarga bisa kehilangan sumber penghasilan.
Dengan memiliki asuransi jiwa, ahli waris bisa mencairkan uang santunan kematian untuk melanjutkan hidup.
2. Anda yang telah memiliki anak
Asuransi jiwa juga cocok bagi orang yang memiliki buah hati dalam tanggungan.
Biaya hidup dan pendidikan anak tentu adalah kewajiban orangtua. Namun, jika terjadi musibah sementara anak masih kecil, tentu hidup akan menjadi sulit baginya.
Baca Juga: Penting Dimiliki, Ini Tips Mengumpulkan Dana Darurat di Masa Pandemi
Nah, uang santunan dari asuransi bisa membantu membayar sekolah anak.
3. Anda yang memiliki cicilan seperti KPR, KTA atau kredit lain
Dalam hidup, terdapat kebutuhan penting yang bernilai tinggi, sehingga kita harus mengajukan cicilan. Misalnya saja rumah.
Mencicil rumah adalah komitmen jangka panjang karena umumnya dilakukan pada periode lama atau jumlah yang besar. Namun, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Amit-amit kita tak sampai usia untuk melunasinya, tentu keluarga akan terbebani oleh hal tersebut. Makanya, penting untuk mempersiapkan risiko tersebut dengan membeli asuransi jiwa kredit.
Apabila tertanggung meninggal, produk tersebut bakal melunasi sisa cicilan yang belum sempat terbayarkan. Alhasil, keluarga tidak perlu lagi terbebani melunasinya.
4. Anda yang memiliki pekerjaan dengan risiko tinggi
Terdapat beberapa pekerjaan dengan risiko kecelakaan tinggi, misalnya pilot, tentara, kontraktor, dokter, dan lain-lain.
Apabila kita mencari nafkah lewat salah satu profesi tersebut, memiliki asuransi jiwa adalah hal yang paling bijak.
Apalagi jika kita adalah tulang punggung keluarga. Dengan risiko kematian tinggi, kelangsungan hidup keluarga menjadi rawan.
Kalau punya asuransi jiwa, ahli waris akan mendapatkan sejumlah uang dalam jumlah besar apabila hal buruk benar-benar terjadi.
Pengelolaan keuangan dan rencana masa depan
Penasihat keuangan selalu menyebut asuransi sebagai hal yang mesti diperhatikan dalam perencanaan masa depan.
Wajar saja, dalam manajemen finansial, asuransi termasuk ke dalam pengelolaan risiko. Artinya, lebih baik kita menyisihkan sedikit uang premi supaya bisa terbantu dengan uang dengan jumlah yang jauh lebih besar pada saat membutuhkannya.
Berdasarkan konsep ini, ada beberapa varian atau jenis asuransi jiwa yang bisa disesuaikan dengan rencana keuangan masing-masing, misalnya proteksi jiwa dengan manfaat tambahan investasi atau tabungan.
Ingin tahu selengkapnya tentang jenis-jenis asuransi jiwa yang ada di Indonesia? Simak di halaman selanjutnya.
Berita Terkait
-
AAJI: PSAK 117 Bikin Laporan Keuangan Asuransi Lebih Transparan dan Mudah Dipahami
-
Shepreneur Learning Series Bekali Perempuan Wirausaha Soal Keamanan Data
-
Streamlining BUMN Asuransi Digeber, IFG Mulai Susun Dasar Hukum Pemecahan Perusahaan
-
PP 24/2026 Dinilai Jadi Angin Segar bagi Industri Asuransi, Peluang Premi Diprediksi Meningkat
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Diduga Eksploitasi Anak Demi Konten Vape, YouTuber Bigmo Jalani Pemeriksaan di Polda Metro
-
Bikin Mobil Mengkilap Sendiri Kini Lebih Mudah dengan Empat Produk Terbaru dari Diton
-
Dari Jayapura, Baleg DPR Serap Aspirasi untuk Penyusunan RUU Masyarakat Adat
-
Tak Ada Nama Lain, Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI ke DPR
-
BNI Gandeng Prasetiya Mulya, Perkuat Ekosistem Keuangan Kampus
-
Ruko Fotokopi di Ponorogo Rata dengan Tanah Usai Perselingkuhan Terbongkar
-
Ulasan The First Responders Season 1: Kerja Sama Polisi dan Damkar di Tengah Situasi Darurat
-
Begini Strategi Damkar Padamkan Api Nipah Mall, Salah Satu Gedung Tinggi di Makassar
-
Timnas Indonesia Main Dua Stadion Ikonik Akan Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026
-
Transportasi ke Kepulauan Seribu Bakal Dikelola Transjakarta, Pramono Janjikan Tarif Murah