- OJK meluncurkan QR Code pada STTD pialang asuransi dan reasuransi untuk mempermudah verifikasi status secara transparan dan akuntabel.
- Inovasi digital ini bertujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat serta melindungi konsumen dari risiko berinteraksi dengan pialang yang tidak terdaftar.
- Implementasi teknologi melalui sistem SPRINT ini mendukung efisiensi operasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan inovasi digital terbaru berupa implementasi QR Code pada Surat Tanda Terdaftar (STTD) Pialang Asuransi dan Pialang Reasuransi.
Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat integritas industri perasuransian nasional serta meningkatkan standar pelindungan konsumen melalui proses verifikasi yang lebih transparan dan
akuntabel.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan bahwa penerapan QR Code STTD ini merupakan bagian dari transformasi digital untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri perasuransian.
"QR Code ini tidak hanya menjadi alat verifikasi, tetapi juga instrumen peningkatan kepercayaan dalam industri. Langkah ini akan menjadikan industri perasuransian semakin sehat, melindungi industri, melindungi konsumen, dan berjalan lebih efisien," ujar Ogi Prastomiyono dalam siaran pers yang, Rabu (5/5/2026).
Melalui inovasi ini, verifikasi identitas dan status pendaftaran pialang dapat dilakukan secara cepat, mudah, dan real-time.
Keberadaan QR Code meminimalkan risiko interaksi konsumen dengan pihak yang tidak terdaftar, sehingga pengawasan di lapangan menjadi lebih efektif.
Peran pialang asuransi dan reasuransi dinilai krusial sebagai penasihat risiko yang menjembatani kebutuhan nasabah dengan kapasitas pasar.
Berdasarkan data OJK hingga 31 Maret 2024 (disesuaikan), tercatat sebanyak 560 Pialang Asuransi dan 105 Pialang Reasuransi telah terdaftar dan memiliki STTD resmi.
Pertumbuhan jumlah profesional ini menuntut penguatan tata kelola yang lebih modern. Dalam mendukung efisiensi operasional, OJK juga telah menyederhanakan proses bisnis pendaftaran.
Baca Juga: Scan QR, Bayar Praktis di Luar Negeri: Kini Transaksi Lintas Negara Semakin Mudah dan Aman
Jika sebelumnya melibatkan banyak sistem manual, kini seluruh proses dilakukan secara end-to-end melalui satu platform terintegrasi, yaitu Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT).
Sistem ini memungkinkan otomatisasi penerbitan nomor STTD dan penguatan basis data yang lebih presisi.
Seluruh pengembangan teknologi ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
OJK berkomitmen bahwa Roadmap Perasuransian 2023-2027 akan terus menjadi acuan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, meningkatkan angka inklusi hingga mencapai seratus persen di masa depan, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penguatan sektor pelindungan konsumen.
Berita Terkait
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius
-
OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN