Suara.com - Yogyakarta masih menjadi destinasi liburan populer, termasuk saat libur panjang 28 Oktober - 1 November 2020 kemarin.
Menurut pengakuan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tercatat destinasi wisata alam masih menjadi tujuan favorit kunjungan turis pada liburan panjang pekan lalu.
"Wisata alam masih menjadi tujuan favorit bagi wisatawan saat libur panjang minggu lalu. Angka kunjungan wisatawan naik signifikan dibanding hari-hari libur sebelumnya," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suci Iriani Sinuraya di Sleman, Selasa (3/11/2020).
Menurut dia, destinasi seperti kawasan lereng Gunung Merapi dan Taman Tebing Breksi di Prambanan masih menjadi tujuan wisata yang diminati wisatawan.
"Dari lima hari libur panjang minggu lalu dari 12 destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan tercatat kurang lebih sebanyak 58.700 lebih pengunjung yang masuk destinasi wisata di Sleman," katanya.
Kunjungan turis tersebut meliputi destinasi wisata kawasan Kaliurang dan Agro Wisata Bumi Merapi, kawasan destinasi wisata Cangkringan seperti Kaliadem, Bunker Merapi dan Bukit Klangon.
"Kemudian Tebing Breksi, Grojogan Watu Purbo, Museum Gunungapi Merapi (MGM) dan Monumen Jogja Kembali (Monjali), Candi Sambisari dan Candi Ijo, serta Jogja Exotarium," katanya.
Ia mengatakan, dari pemantauan yang dilakukan Dinas Pariwisata Sleman, puncak kunjungan turis terjadi pada hari libur Maulid Nabi Muhammad Kamis 29 Oktober 2020.
"Dan dari wisatawan yang berkunjung ke destinasi tersebut rata-rata menaati protokol kesehatan untuk cuci tangan dan memakai masker," katanya.
Baca Juga: 2.883 Wisatawan Langgar Protokol Kesehatan Selama Libur Panjang di DIY
Suci mengatakan, saat masih ada turis yang abai, dari pengelola destinasi diwajibkan untuk mengingatkan dan menegur jika tidak mematuhi protokol kesehatan.
"Untuk destinasi yang sudah kami lakukan verifikasi juga sudah secara periodik mengingatkan wisatawan untuk memakai masker dengan benar, cuci tangan, dan jaga jarak, melalui pengeras suara," katanya.
Berita Terkait
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Bromo Ditutup karena Kebakaran, 3.062 Wisatawan Bisa Refund atau Reschedule Tiket
-
Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Perilaku Wisatawan Berubah, Incar Taman Rekreasi hingga Atraksi Wisata
-
Gerah dengan Turis Eksklusif? Contek Cara Desa Les di Bali Utara Berbaur Tanpa Sekat
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keu
-
5 Mobil Terlaris 2026 Januari hingga Juli Kategori EV: Ini Rajanya
-
Jusuf Kalla Soroti Kerusuhan di Aceh, Minta Masyarakat Jaga Perdamaian Helsinki
-
Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak