Suara.com - Setiap tahunnya sekitar Oktober dan November, umat Hindu di seluruh dunia merayakan Diwali, atau Deepavali. Diwali dikenal dengan festival cahaya yang telah berlangsung lebih dari 2.500 tahun.
Tahun ini, Diwali jatuh tepat hari ini, Sabtu, 14 November. Di India, perayaan lima hari secara tradisional menandai hari libur terbesar dalam setahun.
Dilansir dari History, seperti banyak festival Hindu lainnya, tidak hanya ada satu alasan untuk merayakan liburan lima hari.
Seorang profesor antropologi, filsafat, dan agama di University of North Texas, Pankaj Jain, mengatakan bahwa perayaan kuno terkait dengan banyak cerita dalam teks agama, dan tidak mungkin untuk mengatakan mana yang lebih dulu, atau berapa lama Diwali dimulai.
Banyak dari cerita-cerita ini berkaitan dengan kemenangan kebaikan atas kejahatan. Di India utara, kisah umum yang terkait dengan Diwali adalah tentang Raja Rama, salah satu inkarnasi dewa Wisnu.
Ketika seorang raja jahat di Lanka (yang diasosiasikan beberapa orang dengan Sri Lanka) menangkap istri Rama, Sinta, dia "membangun pasukan monyet" untuk menyelamatkannya, kata Jain.
Para monyet “membangun jembatan dari India ke Sri Lanka, dan mereka menyerang Sri Lanka dan membebaskan Sita dan membunuh raja jahat itu,” katanya.
Saat Rama dan Sita kembali ke utara, “jutaan lampu disebar ke seluruh kota Ayodhya hanya untuk membantu mereka kembali ke rumah, hanya untuk menyambut mereka”. Lampu penerangan telah lama menjadi salah satu cara umat Hindu merayakan Diwali.
Di selatan, Diwali secara populer dikaitkan dengan sebuah cerita tentang dewa Hindu Krishna, inkarnasi Wisnu yang berbeda, di mana ia membebaskan sekitar 16.000 perempuan dari raja jahat lainnya.
Baca Juga: Tak Cari Untung, Perjuangan Inem Jalankan Sanggar Tari di Tengah Pandemi
Di negara bagian barat Gujarat, Tahun Baru bertepatan dengan Diwali (ada beberapa Tahun Baru di seluruh India), dan Diwali dikaitkan dengan meminta kemakmuran dewi Lakshmi di tahun mendatang. Selama festival, banyak penyelenggara bertukar hadiah dan koin.
Agama lain seperti Buddha, Jainisme, dan Sikhisme menggunakan Diwali untuk menandai peristiwa penting dalam sejarah mereka juga.
Profesor Jain mengatakan bahwa meskipun Diwali adalah hari libur keagamaan, ini juga merupakan hari libur nasional di India.
Vasudha Narayanan, seorang profesor agama di Universitas Florida, menunjukkan bahwa tidak semua orang di India merayakan Diwali. Tetapi karena sekitar 80 persen dari India beragama Hindu — dengan Budha, Jain, dan Sikh berjumlah 2 atau 3 persen lebih banyak — itu dirayakan oleh sebagian besar negara.
Narayanan mengatakan bahwa dalam satu abad terakhir ini, kembang api menjadi bagian utama dari perayaan Diwali. Ini bukanlah kembang api berskala besar yang digelar kota-kota di Amerika pada tanggal 4 Juli.
Selama Diwali, masing-masing keluarga menyalakan kembang api mereka sendiri (yang memang terjadi di beberapa bagian Amerika Serikat juga).
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan