Suara.com - Arus balik mudik Lebaran Idulfitri 2026 sebentar lagi akan mencapai puncaknya. Pemudik alhasil harus menentukan strategi jitu untuk bisa sampai ke perantauan demi bisa kembali bekerja tanpa hambatan.
Strategi tersebut juga termasuk opsi berangkat pagi atau malam agar tak terjebak macet sepanjang perjalanan dan bisa memanfaatkan lalu lintas secara optimal.
Adapun berdasarkan pantauan kepolisian, akan ada dua puncak gelombang arus balik mudik.
- Puncak Gelombang Pertama: Terjadi pada hari Selasa dan Rabu, tepatnya tanggal 24 dan 25 Maret 2026. Waktu ini biasanya dipilih oleh pekerja yang masa cuti bersamanya telah habis dan harus segera kembali masuk kantor.
- Puncak Gelombang Kedua: Diperkirakan terjadi pada akhir pekan berikutnya, yaitu tanggal 28 dan 29 Maret 2026. Periode ini kemungkinan besar akan dipadati oleh masyarakat yang memiliki waktu lebih lama di kampung halaman.
Lantas timbul pertanyaan, apakah lebih baik berangkat kembali ke perantauan pagi atau malam?
Mari simak analisa ringkas berikut.
Pertimbangan berangkat pagi hari
Berangkat pada pagi hari, terutama setelah subuh sekitar pukul 05.00, menawarkan keuntungan utama berupa kondisi fisik yang masih bugar setelah beristirahat cukup di malam hari.
Cahaya matahari yang terang memberikan jarak pandang maksimal, sehingga kewaspadaan terhadap medan jalan, lubang, atau kendaraan lain menjadi lebih baik.
Pencahayaan alami akhirnya sangat membantu dalam mengurangi risiko kecelakaan akibat penglihatan yang terbatas.
Baca Juga: Arus Mudik 2026, Lalu Lintas Tol SurabayaMojokerto Naik 25,3 Persen
Selain itu, udara pagi yang cenderung lebih sejuk dapat membuat mesin kendaraan bekerja lebih optimal.
Udara pagi yang segar mencegah suhu kabin meningkat terlalu cepat, yang pada akhirnya membantu menghemat penggunaan bahan bakar.
Namun, tantangan utama saat berangkat pagi adalah kemungkinan besar akan bertemu dengan puncak kepadatan di titik-titik lelah seperti rest area pada siang hari.
Selain itu, paparan sinar matahari yang terik di siang hari saat berada di tengah kemacetan dapat meningkatkan rasa lelah dan emosi selama berkendara.
Meskipun demikian, bagi keluarga yang membawa anak-anak atau lansia.
Waktu pagi seringkali menjadi pilihan paling aman karena memudahkan akses ke berbagai fasilitas umum seperti bengkel, rumah makan, atau pusat kesehatan jika terjadi keadaan darurat di tengah perjalanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Bolehkah?
-
10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!
-
5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu
-
Promo Indomaret Lebaran 2026 Lengkap: Diskon Biskuit Kaleng, Sirop, hingga Sembako
-
Hukum Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunah? Begini Penjelasannya
-
Baju Lebaran Warna Putih Kena Noda Santan? Begini Cara Menghilangkannya
-
Staycation Lebaran Makin Seru! Intip Kemewahan Baru Mercure Jakarta Grogol yang Penuh Sentuhan Lokal
-
Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga
-
6 Buah untuk Turunkan Asam Urat Tinggi Pasca Lebaran secara Alami, Konsumsi Rutin
-
Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya