Ia pun menyampaikan selama pandemi, Toya Devasya mewajibkan pengunjung untuk mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker juga diwajibkan cuci tangan di tempat yang sudah tersedia dengan sabun dan air mengalir.
Disamping juga pemeriksaan suhu tubuh. Jika ditemukan pengunjung yang memiliki suhu tubuh di atas 37,5 derajat celsius, dilakukan asistensi oleh petugas poli klinik Toya Devasya, selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh petugas Puskesmas Kintamani.
Sementara itu Manager Operasional Toya Devasya, Bambang Irian, menambahkan, pengunjung yang melalui prosedur kesehatan melakukan pembelian tiket paket restoran di loket yang telah disediakan. Selain itu pengunjung juga akan diberikan paket gelang sebagai pengganti uang.
Pengunjung juga diimbau memperhatikan physical distancing. Baik saat berada di ruang ganti, kolam, ataupun kamar mandi. Pun saat berada di restoran.
Bambang mengatakan, pengunjung yang hendak makan, diwajibkan mencuci tangan ditempat yang telah tersedia.
Setelah pengunjung menikmati hidangan, petugas Toya Devasya melakukan pembersihan dan penyemprotan pada setiap meja makan dengan menggunakan disinfektan.
Pemesanan makanan atau minuman oleh pengunjung tetap dilakukan secara bergiliran. Setiap meja tempat makan sudah diberikan tanda silang, untuk mengatur jarak.
Kolam yang disediakan kepada pengunjung juga dibatasi maksimal 25 orang.
"Dengan dilakukan simulasi protokol kesehatan ini, diharapkan pengunjung mampu menerapkannya dan mencegah penyebaran Covid- 19," kata Bambang.
Baca Juga: Menikmati Mujair Nyat-Nyat Khas Kintamani di Toya Devasya
Pengalaman Seru Glamping di Toya Devasya
Tidak hanya vila super mewah, Anda yang ingin mendapatkan pengalaman kemping dan glamping di pinggir danau dengan pemandangan bukit dan gunung saat bangun pagi, bisa memesan kamar superior tent di Toya Devasya.
Executive tent menawarkan privasi camping dengan tempat tidur dan ruang ngobrol serta lampu hias dan meja di dalam tenda, kemudian kursi dan meja santai di depan tenda dan tenda dengan pembatas untuk menjaga privasi pengunjung. Sedangkan superior tent menawarkan keseruan camping alami matras dan sleeping bed dan tenda berbaur dengan tenda lainnya.
Untuk harga executive tent Rp 600.000 per orang sudah termasuk dinner dan breakfast dan superior tent Rp 500.000 per orang sudah termasuk dinner dan breakfast, serta api unggun dan menikmati fasilitas wahana hingga hot spring di Toya Devasha.
"Untuk tamu yang ingin merasakan candle light dinner di pinggir pantai saat kemping, Toya Devasya juga menyediakan makan malam spesial berdua secara private dengan menu sesuai permintaan," terang Bambang Irian.
Ia menambahkan ada 25 tent superior dan bisa ditambah sesuai permintaan tamu, karena biasanya dipakai untuk acara gathering, kegiatan outing dan lain-lain. Sedangkan executive tent ada 17 tenda untuk saat ini.
"Berada di tengah alam nan asri dan sejuk, pemandangan gunung, bukit dan danau, kami ingin menawarkan pengalaman menginap pada pengunjung senatural mungkin dan dekat dengan alam," tutupnya mengakhiri perbincangan.
Kontributor : Silfa
Tag
Berita Terkait
-
Staycation Rasa Liburan di Tengah Jakarta, Menemukan Oase Hijau Bernama Park 5 Simatupang
-
Staycation Ramah Lingkungan, Tren Baru Menikmati Waktu Istirahat dengan Lebih Bermakna
-
6 Hotel Seru untuk Staycation Saat Liburan Sekolah, Ada Petualangan Anak hingga Tepi Pantai
-
Akhir Pekan Lebih Bermakna, Nikmati Staycation Keluarga dengan Aneka Aktivitas Seru di Jakarta
-
Mau Staycation? Ini 4 Notes Parfum Minimalis Bikin Betah Rebahan Seharian
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan