Suara.com - Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau. Ungkapan itu nampaknya tepat untuk menggambarkan pemikiran masyarakat Indonesia terhadap negaranya sendiri, termasuk juga dalam bidang kuliner.
Tidak sedikit masyarakat yang menganggap kuliner luar negeri lebih baik dibanding kuliner Indonesia.
Namun selebriti Chef Arnold Poernomo secara lantang membantah anggapan tersebut.
"Master Chef Australia memang sangat bagus, tapi Master Chef Indonesia lebih berbudaya. Karena hidangan kita lebih ada tradisi. Australia, Amerika, Eropa kurang," ujar Arnold saat berdiskusi di channel YouTubenya 'Arnold Poernomo', dikutip Suara.com.
Sebagai chef yang sudah bertahun-tahun menggeluti dunia masak memasak, termasuk pergi ke berbagai negara untuk mencicipi aneka masakan dan budaya luar negeri, Chef Arnold mengatakan kuliner Indonesia tidak bisa disamakan dengan kuliner luar negeri.
"Standard of plating Indonesia berbeda dengan standar plating di luar, orang di Australia mereka makan di restoran standarnya masih normal, lifestylenya sudah berbeda. Di sini banyak sekali budaya dan juga daerah yang setiap daerah memiliki standar yang berbeda, dan quality of life yang berbeda juga," jelas Chef Arnold.
Lelaki yang juga menjadi juri di ajang memasak 'MasterChef' itu selalu menemukan standar makanan di Indonesia berbeda setiap daerah. Banyak resep masakan antar daerah sudah turun temurun dari orang tua terdahulu.
"Mereka (orang Indonesia) tidak semuanya ke restoran tetapi mereka masak makanan Indonesia lebih enak, daripada orang-orang yang di kota," katanya.
"Negara seperti kita kulturnya itu sangat strong, resep turun temurunnya dari nenek moyang udah ratusan tahun," sambungnya.
Baca Juga: Profil Chef Arnold, Juri MasterChef yang Viral
Sehingga menurutnya tidak fair jika Indonesia dibandingkan dengan Australia, yang menurut dia termasuk negara baru dan belum memiliki tradisi atau cita rasa makanan khas seperti di Indonesia yang beraneka ragam.
"Australia adalah negara baru, dan mereka makanan tradisionalnnya apa sih, fish and chip, pie? Indonesia banyak. (Australia) historinya nggak ada," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Apakah Flek Hitam Bisa Hilang dengan Retinol? Ini 3 Moisturizer Retinol Lokal Lengkap Review Pembeli
-
Wapres Gibran Dijadwalkan ke Jembatan Musi V Palembang, Agenda Mendadak Ditunda
-
DPR RI Luncurkan SIMASLEG, Publik Kini Bisa Pantau Proses Pembentukan UU Secara Digital
-
Gus Ipul Jamin Prabowo Tak Cawe-Cawe dalam Muktamar ke-35 PBNU
-
Teringat Rekan Kerja Cantik yang Selalu Menunduk: Pahitnya Menjadi Target Catcalling
-
Danamon Rayakan HUT ke-70, Yuk Nikmati Promo di Berbagai Merchant Favorit di Pekanbaru
-
Resmi! PSM Makassar Kembali Tunjuk Darije Kalezic Sebagai Pelatih
-
Kupas Tuntas RANS Milik Raffi Ahmad, Seberapa Menarik Prospek Sahamnya?
-
Banyak yang Tak Tahu: Begini Kunci Mengatur Posisi Duduk yang Oke untuk Sopir Mobil
-
Hyundai Creta, SUV Keluarga dengan Kabin dan Bagasi Luas yang Paten Jadi Pengantar Liburan